Sorotan Media Vietnam: Timnas Indonesia Dianggap Kurang Mengancam di Piala AFF 2026

Tommy Welly

Perhelatan Piala AFF 2026 semakin mendekat, dan mulai muncul analisis tajam dari negara-negara rival di Asia Tenggara mengenai kekuatan Timnas Indonesia. Sebuah laporan dari media Vietnam, seperti yang dikutip oleh Suara, mengungkapkan pandangan skeptis terhadap skuad Garuda di bawah asuhan pelatih John Herdman. Media tersebut menilai bahwa komposisi tim saat ini dinilai tidak memiliki daya gempur yang signifikan dan berpotensi kesulitan bersaing dengan tim Vietnam. Penilaian ini didasarkan pada absennya sejumlah pemain kunci yang saat ini berkiprah di kompetisi sepak bola Eropa.

PSSI telah merilis daftar 23 pemain yang dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan sebagai persiapan awal menghadapi turnamen antarnegara ASEAN tersebut. Dari daftar tersebut, hanya Marselino Ferdinan yang saat ini bermain di luar negeri, tepatnya di AS Trencin, Slovakia, yang dipanggil. Sebagian besar skuad diisi oleh pemain-pemain yang berkompetisi di liga domestik Indonesia. Bahkan, beberapa pemain naturalisasi yang sebelumnya menjadi sorotan seperti Shayne Pattynama, Thom Haye, Jens Raven, dan Marc Klok kini telah terdaftar membela klub-klub lokal.

Menariknya, pelatih John Herdman memutuskan untuk tidak memanggil beberapa pemain naturalisasi kunci yang bermain di Eropa untuk agenda kali ini. Keputusan ini tampaknya diambil dengan pertimbangan taktis, di mana fokus utama diarahkan pada persiapan menghadapi laga FIFA Matchday melawan Oman yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juni. Pemain seperti Jay Idzes dan Kevin Diks di lini pertahanan, serta kiper Maarten Paes, tidak masuk dalam daftar pemain yang dipanggil untuk pemusatan latihan jelang Piala AFF.

Langkah strategis dari tim kepelatihan Timnas Indonesia ini segera menarik perhatian media Vietnam, khususnya Thanh Nien. Mereka menyoroti minimnya kehadiran pemain dengan "nilai jual" tinggi atau yang bermain di liga-liga top Eropa dalam daftar skuad persiapan tersebut. Thanh Nien secara spesifik menyebutkan, berdasarkan informasi dari Federasi Sepak Bola Indonesia, bahwa hanya Marselino Ferdinan yang saat ini bermain di luar negeri.

Lebih lanjut, media Vietnam tersebut bahkan membandingkan level kompetisi yang dijalani Marselino dengan para pemain Vietnam. Mereka berpendapat bahwa klub tempat Marselino bermain di Slovakia bukanlah klub besar di Eropa Timur. Thanh Nien mengklaim bahwa Vietnam memiliki kiper seperti Nguyen Filip yang pernah bermain di liga Republik Ceko, yang dinilai memiliki level sepak bola sedikit di atas Slovakia. Mereka juga menambahkan bahwa jika kiper Le Giang Patrik dipanggil, ia juga memiliki pengalaman bermain di klub-klub Ceko dan Slovakia.

Piala AFF 2026 sendiri dijadwalkan akan bergulir mulai tanggal 24 Juli hingga 26 Agustus. Timnas Indonesia tergabung dalam Grup A dan akan menghadapi persaingan sengit dari Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang antara Brunei Darussalam atau Timor Leste untuk memperebutkan tiket ke babak selanjutnya.

Selain menyoroti minimnya pemain yang bermain di Eropa, Thanh Nien juga melontarkan pandangannya mengenai kualitas para pemain keturunan Belanda yang berkompetisi di liga domestik Indonesia. Media tersebut berpendapat bahwa para pemain naturalisasi seperti Shayne Pattynama, Marc Klok, Thom Haye, dan Jens Raven, meskipun memiliki postur tubuh yang menonjol, tidak memiliki kemampuan yang superior dibandingkan dengan pemain-pemain Vietnam. Mereka menganggap perbedaan fisik yang dimiliki pemain-pemain ini kini tidak lagi menjadi keunggulan signifikan karena postur pemain Vietnam juga mengalami peningkatan pesat dalam beberapa tahun terakhir, sebuah perkembangan yang disebut tidak terjadi pada masa kepelatihan Troussier.

Media Vietnam tersebut juga berkeyakinan bahwa absennya pemain-pemain naturalisasi berkualitas yang bermain di kompetisi Eropa akan menjadi kelemahan terbesar bagi Timnas Indonesia dalam menghadapi turnamen ini. Penilaian ini mencerminkan persepsi bahwa pengalaman bermain di level kompetisi yang lebih tinggi di Eropa merupakan faktor krusial dalam menentukan kekuatan sebuah tim nasional.

Pandangan skeptis dari media Vietnam ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Timnas Indonesia. Meskipun demikian, fokus pada pemain yang ada dan potensi mereka di liga domestik, serta bagaimana pelatih John Herdman dapat mengoptimalkan kekuatan skuadnya, akan menjadi kunci bagi Indonesia untuk membuktikan diri di Piala AFF 2026. Pertandingan-pertandingan mendatang akan menjadi arena pembuktian apakah penilaian media Vietnam tersebut akurat atau justru tim Garuda mampu memberikan kejutan dengan komposisi pemain yang ada.

Analisis media Vietnam ini juga menyoroti bagaimana faktor pemain yang bermain di luar negeri kerap dianggap sebagai tolok ukur kekuatan tim. Namun, dalam sepak bola, sinergi tim, strategi pelatih, dan semangat juang para pemain di lapangan seringkali menjadi penentu hasil akhir yang tidak bisa diukur semata-mata dari daftar pemain yang berkiprah di liga-liga top Eropa. Timnas Indonesia memiliki kesempatan untuk mematahkan prediksi tersebut dan menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi yang cukup untuk bersaing di kancah Asia Tenggara.

Also Read

Tags