PT Chery Sales Indonesia mengumumkan rencana peluncuran mobil listrik terbarunya, Chery Q, yang dijadwalkan akan menyapa pasar otomotif Indonesia pada kuartal ketiga tahun 2026. Meskipun harga finalnya masih dirahasiakan, produsen otomotif asal Tiongkok ini memberikan sinyal kuat bahwa Chery Q akan hadir dengan banderol yang sangat kompetitif, diprediksi berada di kisaran Rp200 jutaan.
Langkah strategis Chery Indonesia dalam menentukan harga memang kerap menjadi sorotan. Sebagaimana praktik yang telah terlihat pada peluncuran model Chery Tiggo 5X sebelumnya, perusahaan ini terindikasi kembali menggunakan strategi yang serupa. Saat masa pra-pemesanan Tiggo 5X dibuka, harga yang ditawarkan berada di rentang Rp249 juta hingga Rp279 juta. Namun, ketika model tersebut resmi diperkenalkan ke publik, harganya justru mengalami penyesuaian menjadi lebih bersahabat, yaitu antara Rp239 juta hingga Rp269 juta.
Untuk debut Chery Q di Indonesia, perusahaan masih belum memberikan angka pasti, hanya mengindikasikan kisaran "Rp2xx juta". Menariknya, sebagai insentif bagi konsumen yang melakukan pemesanan di awal, Chery menawarkan paket fitur premium yang bernilai Rp40 juta secara cuma-cuma.
Kebijakan harga yang diusung Chery ini tentu akan memanaskan persaingan di segmen mobil listrik kompak. Pesaing terdekatnya, BYD Atto 1, saat ini telah dipasarkan dengan harga mulai dari Rp199 juta. Menanggapi hal tersebut, Zeng Shuo, President Director Chery Group Indonesia, menjelaskan bahwa penetapan harga akhir Chery Q masih dalam tahap analisis mendalam yang mempertimbangkan berbagai faktor.
"Kami masih terus menganalisis dan memfinalisasi harga untuk Chery Q. Proses ini membutuhkan waktu karena banyak faktor yang memengaruhinya, dan situasi pasar saat ini masih terus berkembang," ujar Zeng Shuo dalam keterangannya di Jakarta Barat pada Senin (18/5/2026). Ia menambahkan bahwa kepastian harga resmi baru akan diumumkan secara transparan saat acara peluncuran resmi yang dijadwalkan dalam beberapa bulan mendatang. "Kami ingin segera menyelesaikan ini dan bersiap untuk peluncuran resmi, di mana kami akan mengumumkan harga resmi Chery Q," tegasnya.
Chery berkomitmen untuk menghadirkan sebuah kendaraan yang tidak hanya kompetitif dari segi harga, tetapi juga unggul dalam hal kelengkapan fitur keselamatan dan pengalaman berkendara bagi konsumen di Indonesia. "Kami akan berupaya keras agar Chery Q menjadi mobil yang paling lengkap fiturnya, memberikan pengalaman berkendara terbaik, serta paling aman dan menarik untuk ditawarkan," imbuh Zeng Shuo.
Dari sisi desain interior, Chery Q diklaim menawarkan kabin yang lapang untuk kelasnya. Jarak tempuh kaki bagi penumpang di baris belakang dikabarkan mencapai 977 mm, memberikan kenyamanan ekstra. Untuk kebutuhan penyimpanan barang, bagasi belakang memiliki kapasitas hingga 1.450 liter, ditambah dengan bagasi depan yang berkapasitas 70 liter.
"Secara total, terdapat 38 kompartemen penyimpanan, menjadikannya salah satu yang terbanyak di kelasnya," ungkap Budi Darmawan Jantania, Vice Country Director Chery Business Unit Indonesia.
Performa Chery Q juga menjadi nilai jual utama. Mobil listrik kompak ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 400 km dalam sekali pengisian daya, berdasarkan pengujian standar NEDC. Sistem pengisian daya cepatnya pun sangat efisien, hanya memerlukan waktu 16,5 menit untuk mengisi daya baterai dari kisaran 30 persen hingga 80 persen.
Fitur Vehicle-to-Load (V2L) dengan kapasitas hingga 6.6 kWh juga menjadi keunggulan tambahan, memungkinkan Chery Q berfungsi sebagai sumber daya listrik portabel yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Selain itu, aspek personalisasi interior menjadi daya tarik utama dengan konsep desain yang modular dan dapat disesuaikan dengan kepribadian pengemudi.
Chery menyematkan titik-titik jangkar bawaan pabrik di berbagai area kabin, yang menjadi dasar dari konsep modularitas ini. Titik-titik tersebut memungkinkan pemilik untuk memasang aksesori resmi maupun kustom tanpa perlu menggunakan lem atau melakukan pengeboran pada dasbor.
"Di dalam smart cockpit ini, tidak hanya terdapat layar berukuran besar, tetapi juga user interface yang interaktif, yang dapat disesuaikan dengan kepribadian pengemudi," jelas Budi Darmawan Jantania. Pendekatan ini memberikan kebebasan kepada pengguna untuk menciptakan pengalaman berkendara yang unik dan personal.






