Sang Singa Mesopotamia Panggil Bek Persib untuk Laga Akbar 2026

Tommy Welly

Kabar mengejutkan datang dari kancah sepak bola internasional, di mana bek tangguh Persib Bandung, Frans Putros, resmi dipanggil untuk memperkuat tim nasional Irak dalam persiapan menuju perhelatan akbar Piala Dunia 2026. Panggilan ini menjadi sorotan karena membuka potensi sejarah baru bagi pemain yang masih aktif berkompetisi di Liga Indonesia untuk unjuk gigi di panggung dunia.

Informasi mengenai pemanggilan Frans Putros ini pertama kali beredar melalui akun resmi Timnas Irak di platform media sosial X pada Rabu, 20 Mei 2026. Pelatih kepala timnas Irak, Graham Arnold, dengan mantap memasukkan nama pemain bertahan Persib ini ke dalam daftar 34 pemain yang akan mengikuti pemusatan latihan intensif di Spanyol. Rencananya, skuad Singa Mesopotamia ini akan memulai agenda latihan mereka di Negeri Matador mulai tanggal 22 Mei 2026.

Pemanggilan Frans Putros bukan sekadar berita biasa. Ini merupakan sebuah tonggak penting yang berpotensi menorehkan sejarah. Jika ia berhasil menembus skuad final dan tampil di putaran Piala Dunia 2026, maka Frans Putros akan tercatat sebagai pemain aktif pertama dari kompetisi Liga Indonesia yang berhasil mencapai tahap prestisius tersebut. Sebuah pencapaian yang patut dibanggakan dan menjadi inspirasi bagi banyak pesepakbola muda di tanah air.

Dalam upaya membangun tim yang solid dan siap tempur, pelatih Graham Arnold telah menyiapkan daftar pemain yang cukup komprehensif. Untuk posisi penjaga gawang, empat nama telah dipanggil untuk bersaing, yakni Kamil Saadi, Fahad Talib, Ahmed Basil, dan Jalal Hasan. Keempat kiper ini diharapkan dapat memberikan kontribusi maksimal dalam menjaga gawang Irak dari gempuran lawan.

Di lini pertahanan, selain kehadiran Frans Putros yang menjadi daya tarik tersendiri, Arnold juga memanggil sederet nama bek-bek tangguh lainnya. Mereka adalah Maytham Jabbar, Zaid Tahseen, Akam Hashim, Manaf Younis, Rebin Solaka, Mustafa Sa’adoun, Ahmed Yahya, Ahmed Maknzi, Merchas Doski, dan Hussein Ali. Komposisi lini belakang ini menunjukkan keseriusan Irak dalam membangun pertahanan yang kokoh.

Beralih ke sektor tengah, Graham Arnold telah memilih 12 pemain yang dianggap mumpuni untuk mengendalikan aliran bola dan menjadi jembatan antara lini pertahanan dan serangan. Nama-nama yang dipanggil meliputi Zaid Ismail, Peter Korkis, Youssed Al-Amine, Kevon Yagoub, Amir Al-Ammari, Marco Farag, Ibrahim Bayesh, Ahmed Qassem, Youssed Al-Nasrawi, Dario Namo, Hasan Abdel Karim, dan Ayman Sher. Sektor ini menjadi krusial dalam menentukan ritme permainan tim.

Salah satu nama yang cukup menarik perhatian di lini tengah adalah Zidane Iqbal. Pemain yang pernah mengenakan seragam raksasa Inggris, Manchester United, dan kini membela klub Utrecht, turut masuk dalam daftar panggilan. Kehadiran Iqbal tentu menambah kekuatan dan pengalaman di lini tengah Irak. Menariknya, Zidane Iqbal memiliki catatan gol ke gawang Timnas Indonesia saat kedua tim bertemu dalam putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Pengalamannya di level tertinggi diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi tim.

Untuk lini serang, pelatih Arnold mempercayakan tugas mendulang gol kepada enam pemain yang dianggap memiliki naluri mencetak gol tinggi. Mereka adalah Mohannad Ali, Ali Youssef, Aymen Hussein, Ali Al-Ahmadi, Ali Jassim, dan Karrar Nabeel. Keenam penyerang ini akan menjadi ujung tombak Irak dalam menggedor pertahanan lawan.

Perjalanan Irak di Piala Dunia 2026 dipastikan tidak akan mudah. Dalam undian grup, tim berjuluk Singa Mesopotamia ini tergabung dalam Grup I. Di grup ini, Irak harus berjuang keras untuk lolos dari hadangan tim-tim kuat seperti Norwegia, Prancis, dan Senegal. Pertandingan-pertandingan di fase grup akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kualitas dan mentalitas skuad Irak.

Pemusatan latihan di Spanyol ini menjadi momen krusial bagi Graham Arnold untuk mematangkan strategi, menyatukan chemistry antar pemain, dan menemukan komposisi terbaik sebelum terjun ke persaingan sesungguhnya di Piala Dunia 2026. Kehadiran Frans Putros, sebagai representasi dari Liga Indonesia, diharapkan dapat memberikan warna baru dan energi tambahan bagi Timnas Irak. Panggilan ini menjadi bukti bahwa talenta dari berbagai penjuru kompetisi sepak bola dunia memiliki peluang untuk bersinar di panggung internasional, asalkan mereka mampu menunjukkan kualitas dan konsistensi. Perjalanan Frans Putros menuju Piala Dunia 2026 akan menjadi kisah inspiratif yang patut diikuti perkembangannya.

Also Read

Tags