Pelatih tim nasional Jerman, Julian Nagelsmann, membuat keputusan yang mengejutkan banyak pihak dengan memasukkan nama Manuel Neuer ke dalam daftar 26 pemain yang akan berlaga di Piala Dunia 2026. Keputusan ini, yang diumumkan pada Kamis (21/5/2026), menandai kembalinya sang kiper veteran ke pentas internasional setelah sebelumnya sempat mengutarakan niat untuk mundur dari kancah tim nasional pada tahun 2024. Pemanggilan ini secara efektif memastikan bahwa Neuer, yang kini berusia 40 tahun, akan mencatatkan penampilan kelimanya di turnamen akbar empat tahunan tersebut, sekaligus menegaskan posisinya sebagai pilihan utama di bawah mistar gawang tim ‘Die Mannschaft’.
Keputusan Nagelsmann untuk kembali mempercayakan lini pertahanan Jerman kepada Neuer bukan tanpa alasan yang kuat. Pengalaman segudang, aura kepemimpinan, dan kualitas teknis Neuer yang telah teruji di berbagai level menjadi faktor penentu. Nagelsmann sendiri secara terbuka mengakui peran vital Neuer dalam tim, menyatakan bahwa semua orang sangat memahami karisma dan kemampuan yang dimiliki oleh sang penjaga gawang, serta kontribusinya yang tak ternilai bagi tim secara keseluruhan. Untuk memberikan kepastian dan stabilitas di dalam skuad menjelang kompetisi bergengsi ini, Nagelsmann dengan tegas mengkonfirmasi status Neuer sebagai pilihan nomor satu. "Kami telah merencanakan dia sebagai kiper utama kami," tegas Nagelsmann, mengakhiri spekulasi yang mungkin beredar mengenai siapa yang akan berdiri di bawah mistar gawang Jerman.
Meskipun Neuer kembali mengenakan seragam timnas dengan peran krusial, ban kapten tim nasional Jerman untuk turnamen ini akan tetap dipercayakan kepada Joshua Kimmich. Kehadiran Neuer dalam skuad ini memiliki makna historis tersendiri, mengingat ia adalah satu-satunya pemain yang tersisa dari skuad legendaris Jerman yang berhasil meraih gelar juara FIFA World Cup 2014 di Brasil. Pengalaman dan memori juara yang dimilikinya tentu akan menjadi aset berharga bagi tim muda Jerman.
Dalam penyusunan skuad ini, Nagelsmann juga menunjukkan konsistensinya dengan mempertahankan winger lincah Leroy Sane, yang bermain untuk Galatasaray. Selain itu, kembalinya gelandang muda berbakat, Jamal Musiala, yang telah pulih sepenuhnya dari cedera patah pergelangan kaki, menjadi suntikan energi positif bagi tim. Sektor lini tengah dan depan Jerman akan semakin diperkuat dengan kehadiran beberapa pemain yang bermain di kompetisi Liga Inggris. Nama-nama seperti Kai Havertz dari Arsenal F.C., Florian Wirtz yang kini memperkuat Liverpool F.C., serta Malick Thiaw dan Nick Woltemade yang membela Newcastle United F.C., turut mendapatkan panggilan. Kolaborasi pemain-pemain muda dengan pengalaman Eropa ini diharapkan dapat menciptakan dinamika tim yang kuat.
Di sisi lain, keputusan Nagelsmann juga berarti beberapa pemain yang sebelumnya menjadi andalan harus rela tersingkir dari skuad. Penyerang Bayern Munich, Serge Gnabry, dipastikan absen akibat cedera paha yang dideritanya. Kiper FC Barcelona, Marc-Andre ter Stegen, juga tidak masuk dalam daftar pemain, demikian pula dengan Niclas Fullkrug dan Robert Andrich yang dicoret dari skuad. Keputusan ini menunjukkan bahwa Nagelsmann berani melakukan perombakan demi menemukan komposisi terbaik yang mampu menjawab tantangan di Piala Dunia.
Jerman mengusung ambisi besar untuk memperbaiki catatan performa mereka di ajang Piala Dunia. Setelah dua edisi terakhir (2018 dan 2022) harus puas tersingkir di fase grup, tim ‘Die Mannschaft’ bertekad untuk bangkit dan kembali bersaing di level tertinggi. Turnamen yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini menjadi ajang pembuktian bagi generasi baru Jerman untuk membuktikan kualitasnya. Sebelum mengawali perjuangan di Grup C, di mana mereka akan berhadapan dengan Curacao, Pantai Gading, dan Ekuador, timnas Jerman dijadwalkan akan melakoni dua laga uji coba pemanasan. Pertandingan persahabatan melawan Finlandia akan digelar pada 31 Mei, diikuti dengan pertemuan melawan Amerika Serikat pada 6 Juni. Laga-laga ini akan menjadi kesempatan terakhir bagi Nagelsmann untuk mematangkan strategi dan meramu timnya agar tampil optimal di Piala Dunia 2026. Kehadiran Manuel Neuer diharapkan tidak hanya memberikan jaminan keamanan di bawah mistar, tetapi juga menjadi mentor dan sumber inspirasi bagi para pemain muda dalam mengarungi turnamen paling prestisius di dunia sepak bola. Keputusan Nagelsmann memanggil kembali Neuer menunjukkan bahwa pengalaman dan ketenangan seorang veteran masih memiliki tempat yang sangat penting dalam peta persaingan sepak bola internasional modern.






