Manchester, Inggris – Harapan Manchester City untuk mengamankan gelar juara Liga Inggris musim ini menghadapi rintangan signifikan setelah mereka hanya mampu bermain imbang 3-3 melawan Everton dalam laga yang dihelat di Stadion Hill Dickinson, Selasa (5/5/2026) dini hari WIB. Hasil mengecewakan ini tampaknya telah memupus kepercayaan diri manajer Pep Guardiola terkait kendali timnya dalam perburuan mahkota liga.
Setelah pertandingan yang penuh drama, Guardiola secara terbuka mengakui bahwa nasib gelar juara kini tidak sepenuhnya berada di tangan The Citizens. "Sebelum pertandingan ini, kami memiliki kendali penuh atas nasib kami sendiri. Namun, sekarang situasi itu telah berubah," ujar sang juru taktik, yang menekankan bahwa fokus tim kini beralih ke pertandingan selanjutnya melawan Brentford. Ia menambahkan, "Kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi Brentford dan terus berjuang, lalu kita lihat saja bagaimana kelanjutannya."
Pertandingan sendiri sejatinya dimulai sesuai harapan City. Pasukan Guardiola mendominasi jalannya babak pertama dan berhasil unggul melalui gol Jeremy Doku pada menit ke-43, memberikan keunggulan 1-0 saat jeda. Penguasaan bola yang solid dan permainan menyerang yang efektif membuat The Citizens tampak nyaman mengendalikan tempo.
Namun, momentum pertandingan bergeser drastis memasuki paruh kedua. Masuknya Thierno Barry pada menit ke-64 menjadi titik balik bagi Everton. Pemain muda berusia 23 tahun itu hanya membutuhkan waktu empat menit setelah masuk lapangan untuk mencatatkan namanya di papan skor, memanfaatkan kesalahan fatal dari lini pertahanan City, khususnya Marc Guehi. Gol ini membangkitkan semangat tim tuan rumah.
Momentum yang didapat Everton semakin tak terbendung. Hanya lima menit berselang, The Toffees berhasil membalikkan keadaan. Jack O’Brien, melalui sundulan mematikan memanfaatkan sepak pojok yang dieksekusi oleh James Garner, membawa timnya unggul 2-1. Keunggulan Everton semakin lebar pada menit ke-81 ketika Thierno Barry mencetak gol keduanya dalam pertandingan tersebut, menjadikan skor 3-1. Gol ini sempat membuat para pendukung Everton bersorak gembira, membayangkan kemenangan yang tak terduga.
Di saat banyak yang mengira Manchester City akan pulang dengan tangan hampa, tim tamu menunjukkan mentalitas juara yang patut diacungi jempol. Di menit-menit akhir pertandingan, City bangkit memberikan perlawanan sengit. Erling Haaland berhasil memperkecil ketertinggalan pada menit ke-83, menyalakan kembali harapan timnya. Puncaknya, pada menit ke-90+7, Jeremy Doku mencetak gol keduanya, memastikan satu poin penting berhasil dibawa pulang City dari kandang Everton. Gol penyama kedudukan di menit akhir ini merupakan buah dari perjuangan tanpa henti dan semangat juang yang luar biasa dari anak-anak asuh Guardiola.
Meskipun berhasil menyelamatkan satu poin, Guardiola mengakui bahwa hasil ini bukanlah yang diharapkan. "Lebih baik mendapatkan satu poin daripada tidak sama sekali. Namun, tentu saja, kemenangan akan jauh lebih baik daripada hanya satu poin," ungkapnya, mencerminkan kekecewaan atas hilangnya poin penuh yang krusial.
Dengan hasil imbang ini, Manchester City kini mengoleksi 71 poin dan tertahan di posisi kedua klasemen sementara Liga Inggris. Mereka tertinggal lima poin dari pemuncak klasemen, Arsenal, meskipun City masih memiliki satu pertandingan sisa. Jarak lima poin ini menjadi tantangan berat bagi City, mengingat semakin menipisnya sisa pertandingan di musim ini.
Pertandingan selanjutnya bagi Manchester City akan menjadi ujian berat lainnya. Mereka dijadwalkan menjamu Brentford di kandang sendiri pada Sabtu, 9 Mei 2026, pukul 23.30 WIB. Kemenangan dalam laga tersebut mutlak dibutuhkan oleh City untuk memperkecil selisih poin dengan Arsenal menjadi hanya dua poin. Namun, tugas ini tidak akan mudah, mengingat Brentford juga berjuang keras di setiap pertandingan.
Sementara itu, Arsenal sendiri akan melakoni pertandingan mereka sehari setelahnya, yakni pada hari Minggu. The Gunners dijadwalkan bertandang ke Stadion Olimpiade London untuk menghadapi West Ham United. Pertandingan ini juga memiliki bobot tersendiri, mengingat West Ham United saat ini tengah berjuang keras untuk keluar dari zona degradasi, sehingga mereka diprediksi akan memberikan perlawanan yang sengit demi poin penuh.
Situasi ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di papan atas Liga Inggris musim ini. Setiap poin yang hilang dapat berakibat fatal dalam perburuan gelar juara. Manchester City, di bawah arahan Pep Guardiola, kini dihadapkan pada tugas yang sangat berat untuk mengejar ketertinggalan dan berharap Arsenal terpeleset di sisa pertandingan. Kegagalan dalam memanfaatkan setiap peluang emas akan semakin membuka lebar jalan bagi tim lain untuk meraih trofi bergengsi ini. Perjuangan City masih jauh dari kata selesai, namun rintangan yang menghadang kini semakin nyata.






