Perhelatan balap bergengsi GT World Challenge Asia (GTWCA) 2026 yang digelar di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 2-3 Mei 2026, menjadi saksi bisu pencapaian membanggakan bagi pembalap kebanggaan Indonesia, Sean Gelael. Didukung penuh oleh PT Pertamina Patra Niaga, Sean berhasil mengukir prestasi gemilang dengan menjejakkan kaki di podium ketiga pada Race 1. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata sinergi kuat antara sponsor dan atlet, di mana dukungan produk unggulan Pertamina, seperti Pertamax Turbo dan Pertamina Fastron, turut berkontribusi dalam performa impresif Sean di lintasan.
Sejak sesi latihan bebas, Sean Gelael telah menunjukkan potensi luar biasa. Ia berhasil mengamankan posisi terdepan atau pole position dengan catatan waktu yang sangat kompetitif, 1 menit 28,026 detik. Torehan waktu tersebut tidak hanya menempatkannya di posisi start terdepan, tetapi juga menjadikannya salah satu pembalap dengan putaran tercepat di sirkuit Mandalika. Start dari posisi terdepan, Sean yang tergabung bersama tim Garage 75 dan menggeber mobil Ferrari 296 GT3 Evo, bersama timnya merancang strategi balap yang cermat dan terukur. Sebagai pembalap di kelas Silver, yang berkompetisi tanpa adanya pembalap pendamping, Sean menunjukkan kedewasaan dalam mengelola ritme balapan. Ia mampu membangun keunggulan waktu yang signifikan, sebuah langkah antisipatif untuk menghadapi penalti waktu yang harus dijalani saat pit stop.
Namun, dinamika balapan yang kerap tidak terduga kembali terbukti. Strategi matang Sean nyaris berujung sempurna, sebelum insiden yang melibatkan dua pembalap lain, Hiroaki Nagai dan Brian Lee, mengubah jalannya perlombaan. Kecelakaan tersebut memicu dikibarkannya bendera Full Course Yellow dan kemudian Safety Car. Situasi ini secara otomatis merapatkan kembali jarak antar seluruh peserta balap, sekaligus menghilangkan keunggulan waktu yang telah berhasil dibangun oleh Sean.
Setelah melaksanakan pit stop dan menjalani penalti waktu dengan tanpa cela, Sean harus rela posisinya merosot ke urutan keenam. Kendati demikian, semangat juang dan determinasi Sean Gelael tidak pernah padam. Dengan performa yang luar biasa, ia berhasil melakukan comeback yang dramatis. Ia tak hanya mampu menyalip beberapa pembalap di depannya, tetapi juga finis di posisi ketiga secara keseluruhan. Lebih membanggakan lagi, Sean berhasil mengamankan posisi kedua di kelas Silver, sebuah pencapaian yang sangat membanggakan bagi dirinya, tim, dan tentunya bangsa Indonesia.
Keberhasilan Sean Gelael di ajang GTWCA 2026 ini bukan sekadar kemenangan individu, melainkan sebuah tonggak sejarah baru bagi dunia motorsport Indonesia. Terlebih lagi, ajang ini merupakan bagian dari rangkaian balap internasional yang memiliki reputasi tinggi. Keikutsertaan Sean di kancah global ini menunjukkan bahwa talenta pembalap Indonesia mampu bersaing di level tertinggi. Hal ini tentu tidak lepas dari peran penting PT Pertamina Patra Niaga yang memberikan dukungan penuh, baik secara finansial maupun moril.
Dukungan Pertamina terhadap Sean Gelael dapat dilihat sebagai investasi strategis dalam pengembangan talenta olahraga nasional. Dengan memilih produk-produk unggulan seperti Pertamax Turbo dan Pertamina Fastron sebagai identitas dalam setiap balapan, Pertamina tidak hanya mempromosikan produknya, tetapi juga mengukuhkan komitmennya dalam mendukung kemajuan olahraga di Indonesia. Produk-produk ini dikenal memiliki kualitas superior yang mampu memberikan performa optimal, selaras dengan tuntutan balapan kelas dunia yang membutuhkan kecepatan, ketahanan, dan keandalan.
Lebih jauh lagi, keberhasilan Sean Gelael di sirkuit Mandalika ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda Indonesia untuk mengejar impian mereka di dunia otomotif. Ajang GTWCA, yang merupakan salah satu seri balap GT (Grand Touring) paling bergengsi di Asia, membuka mata banyak pihak tentang potensi besar yang dimiliki pembalap Indonesia. Kehadiran Sean di podium, bahkan di kelas Silver, membuktikan bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan dukungan yang tepat, pembalap dari tanah air mampu berbicara banyak di kancah internasional.
Dukungan dari perusahaan sebesar Pertamina menjadi katalisator penting dalam perjalanan seorang atlet. Hal ini tidak hanya membantu dalam aspek pendanaan tim, pembelian komponen balap, dan biaya operasional, tetapi juga memberikan legitimasi dan kepercayaan diri yang besar bagi atlet. Logo Pertamina yang terpampang di mobil balap Ferrari 296 GT3 Evo yang dikemudikan Sean menjadi simbol kolaborasi antara industri energi nasional dengan dunia olahraga berprestasi.
Perlu digarisbawahi bahwa pencapaian ini bukanlah hasil instan. Di balik podium ketiga tersebut, terdapat kerja keras yang luar biasa dari Sean Gelael, tim Garage 75, serta seluruh pihak yang terlibat. Latihan intensif, strategi matang, pemahaman mendalam tentang karakteristik mobil dan sirkuit, serta kemampuan adaptasi terhadap kondisi balapan yang dinamis adalah kunci utama keberhasilan ini. Pengalaman Sean di berbagai ajang balap internasional sebelumnya, termasuk Formula 2, telah membentuknya menjadi pembalap yang tangguh dan berpengalaman.
Penalti waktu yang harus diterima Sean di GTWCA Mandalika adalah bagian tak terpisahkan dari regulasi balap GT. Pembalap kelas Silver sering kali diberikan penalti waktu tambahan untuk menjaga keseimbangan kompetisi dengan pembalap kelas Pro dan Pro-Am. Kemampuan Sean untuk bangkit dari posisi keenam setelah penalti dan kembali ke podium ketiga adalah demonstrasi ketangguhan mental dan kemampuannya untuk tetap fokus di bawah tekanan.
Kemenangan ini juga menegaskan posisi Sirkuit Mandalika sebagai salah satu sirkuit balap internasional yang patut diperhitungkan. Fasilitas yang modern dan tata letak sirkuit yang menantang mampu menjadi tuan rumah bagi berbagai kejuaraan dunia. Keberhasilan penyelenggaraan GTWCA 2026 di Mandalika diharapkan dapat membuka pintu bagi lebih banyak ajang balap internasional lainnya untuk singgah di Indonesia, yang pada gilirannya akan semakin mempopulerkan olahraga otomotif di dalam negeri.
Secara keseluruhan, hasil yang diraih Sean Gelael di GT World Challenge Asia 2026 di Sirkuit Mandalika merupakan bukti nyata bahwa dukungan yang konsisten dari perusahaan nasional seperti Pertamina kepada atlet berprestasi dapat membuahkan hasil yang membanggakan. Ini adalah kemenangan bersama, sebuah kolaborasi apik yang membawa nama Indonesia semakin dikenal di kancah motorsport global, sekaligus menginspirasi talenta-talenta muda untuk meraih mimpi mereka. Dengan terus berlanjutnya dukungan seperti ini, masa depan motorsport Indonesia tampak semakin cerah.






