Fenomena Unik Emak-emak Isi Bensin Motor Bebek dengan Oktan Tinggi, Mitos atau Fakta?

Ridwan Hanif

Sebuah rekaman video yang viral di platform media sosial TikTok baru-baru ini berhasil menarik perhatian publik. Dalam video tersebut, terlihat seorang ibu-ibu yang dengan santainya mengisi bahan bakar jenis Pertamax Turbo untuk sepeda motor matik Honda BeAT yang dikendarainya. Momen yang terekam oleh akun TikTok @kimzizs ini sontak menimbulkan berbagai komentar dan keheranan dari para warganet, mengingat penggunaan bahan bakar beroktan tinggi seperti Pertamax Turbo umumnya tidak lazim untuk jenis kendaraan bermotor dengan kapasitas mesin kecil.

Unggahan yang dibagikan pada tanggal 12 September 2023 ini disertai narasi yang menggambarkan kebingungan sekaligus sedikit kelucuan melihat pemandangan tidak biasa tersebut. "Hidup lagi capek-capeknya, ada ibu-ibu bawa BeAT ngisi turbo," ujar pengunggah video, menyiratkan betapa absurdnya situasi yang ia saksikan. Hal ini kemudian memunculkan pertanyaan di benak banyak orang: apa sebenarnya dampak yang ditimbulkan jika sepeda motor dengan mesin berkapasitas kecil seperti Honda BeAT menggunakan bahan bakar dengan nilai oktan tinggi? Apakah penggunaan Pertamax Turbo ini berpotensi merusak mesin?

Untuk menjawab rasa penasaran tersebut, para pakar otomotif memberikan pandangannya. Ibnu Sambodo, yang dikenal sebagai Team Owner Manual Tech Racing, menjelaskan bahwa manfaat dari penggunaan bahan bakar beroktan tinggi, seperti Pertamax Turbo, cenderung baru akan terasa signifikan pada kendaraan yang memang dirancang untuk itu, yaitu kendaraan dengan kapasitas mesin yang besar. Penjelasan ini didasarkan pada prinsip dasar cara kerja mesin pembakaran internal, yang sangat berkaitan erat dengan rasio kompresi.

Menurut Ibnu, mesin dengan kapasitas silinder yang besar, misalnya mulai dari 250 cc hingga 500 cc ke atas, memiliki kemampuan kompresi yang lebih tinggi. Kompresi yang tinggi ini memungkinkan pembakaran bahan bakar beroktan tinggi menjadi lebih optimal, sehingga menghasilkan performa yang lebih baik dan efisien. Sebaliknya, untuk sepeda motor dengan kapasitas mesin di bawah 150 cc, seperti Honda BeAT yang umumnya memiliki kapasitas mesin 110 cc, perbedaan signifikan dalam hal performa saat menggunakan bahan bakar beroktan tinggi hampir tidak akan dirasakan oleh pengendara.

Lebih lanjut, Ibnu Sambodo justru memberikan peringatan bahwa penggunaan bahan bakar beroktan tinggi pada mesin berkapasitas kecil tidak selalu memberikan keuntungan, bahkan bisa berpotensi menimbulkan masalah. Ia mengibaratkan, mesin motor berkapasitas kecil itu seperti tubuh yang tidak terbiasa dengan beban berat. Ketika dipaksa untuk mengkompresi bahan bakar beroktan tinggi yang memiliki karakteristik pembakaran berbeda, mesin tersebut harus bekerja ekstra keras.

"Motor cc besar memiliki daya kompresi bbm yang kuat, makanya cocok menggunakan oktan tinggi. Motor dengan cc rendah bisa kelelahan dan kurang mampu mengkompresi oktan tinggi," jelas Ibnu. Kondisi "kelelahan" ini merujuk pada beban kerja mesin yang meningkat. Mesin yang dipaksa bekerja lebih keras dari kapasitasnya untuk melakukan proses kompresi bahan bakar beroktan tinggi dapat memicu peningkatan suhu mesin yang tidak semestinya. Situasi ini, jika dibiarkan terus-menerus, dapat menimbulkan risiko overheating atau panas berlebih pada mesin. Lebih jauh lagi, panas berlebih ini berpotensi merusak komponen-komponen penting di dalam mesin yang sensitif terhadap perubahan suhu ekstrem.

Oleh karena itu, para ahli menyarankan agar pemilik kendaraan selalu memperhatikan rekomendasi pabrikan mengenai jenis bahan bakar yang paling sesuai untuk kendaraan mereka. Menggunakan bahan bakar yang tepat tidak hanya memastikan performa optimal, tetapi juga menjaga keawetan dan kesehatan mesin dalam jangka panjang. Penggunaan bahan bakar beroktan tinggi pada kendaraan yang tidak membutuhkannya bisa diibaratkan seperti memberikan suplemen vitamin yang tidak sesuai dosis untuk anak kecil; bukannya menyehatkan, malah bisa menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Fenomena emak-emak isi Pertamax Turbo untuk BeAT ini, meskipun terlihat unik dan menggelitik, perlu dipahami dari sisi teknis mesin agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan praktik yang justru merugikan.

Also Read

Tags