BYD Indonesia tak tinggal diam menghadapi lonjakan pemesanan mobil listrik Atto 1 yang melampaui prediksi, sehingga menimbulkan waktu tunggu yang cukup lama bagi konsumen. Menyadari kekhawatiran yang timbul, perusahaan secara resmi mengeluarkan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang disebabkan oleh antrean inden unit tersebut. Situasi ini, yang terjadi pada Selasa (13/5/2026), merupakan konsekuensi langsung dari tingginya minat masyarakat terhadap produk andalan BYD yang melejit dalam waktu singkat.
Luther Pandjaitan, selaku Head of Marketing, PR & Government BYD Indonesia, mengimbau seluruh konsumen yang telah memesan Atto 1 untuk menahan diri dan bersabar. Ia menjelaskan bahwa manajemen perusahaan saat ini tengah mengerahkan segala upaya untuk mengoptimalkan rantai pasokan produknya. "Kami ingin menyampaikan permohonan maaf yang tulus apabila ada konsumen yang harus menunggu lebih lama untuk unit Atto 1. Lonjakan pemesanan yang begitu masif dan cepat memang di luar ekspektasi kami," ujar Luther Pandjaitan.
Untuk mengatasi masalah ini, BYD Indonesia sedang melakukan penataan ulang sistem pemesanan dan distribusi secara internal, bekerja sama dengan jaringan diler resmi mereka. Langkah strategis ini dirancang untuk memastikan bahwa proses pemenuhan pesanan dapat berjalan lebih efisien dan terstruktur, sehingga tidak ada satu pun konsumen yang terabaikan dalam prosesnya. "Bersama seluruh jaringan diler kami, kami sedang merevisi dan memperkuat sistem pemesanan agar proses pengiriman barang menjadi lebih optimal. Tujuannya adalah agar semua konsumen mendapatkan perhatian yang sama, dan informasi yang kami sampaikan kepada mereka akurat dan tepat waktu," tambah Luther.
Meskipun mengakui adanya penundaan pengiriman, BYD Indonesia belum memberikan angka pasti mengenai jumlah total pesanan yang tertunda. Fokus utama perusahaan saat ini adalah menjaga komunikasi yang terbuka dan transparan dengan para pembeli di tingkat ritel mengenai jadwal pengiriman yang realistis. "Kami berkomitmen untuk terus memberikan informasi yang jelas kepada seluruh konsumen mengenai status pesanan mereka dan perkiraan waktu pengiriman yang dapat kami penuhi. Kami memahami sepenuhnya situasi ini dan sekali lagi memohon maaf apabila ada konsumen yang harus bersabar lebih lama," jelas Luther.
Perusahaan menargetkan untuk segera mengatasi penumpukan pesanan ini dalam waktu dekat. Luther menegaskan kembali komitmen BYD untuk mengejar ketertinggalan dalam distribusi unit kepada seluruh pemesan di berbagai penjuru Indonesia. "Kami akan bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan ini. Kami pastikan akan segera menuntaskan semua pesanan yang ada," tegasnya.
Di samping isu distribusi, BYD Indonesia juga membagikan perkembangan terbaru mengenai pembangunan fasilitas produksi mereka yang berlokasi di Subang, Jawa Barat. Proyek pabrik otomotif yang dinanti-nantikan ini dilaporkan telah memasuki tahap penyelesaian akhir. "Meskipun saya belum bisa memberikan tanggal pasti kapan pabrik ini akan mulai beroperasi secara penuh, namun yang pasti, kami sudah berada di fase akhir pengerjaan. Tahap ini sangat krusial untuk memastikan semua aspek kepatuhan operasional kami terpenuhi dengan baik," ungkap Luther.
Proses finalisasi ini dilakukan dengan sangat teliti demi menjamin bahwa kendaraan yang akan diproduksi secara lokal nanti akan memenuhi standar kualitas global yang telah ditetapkan oleh BYD. Perusahaan menegaskan bahwa operasional pabrik akan segera dimulai begitu semua persyaratan teknis dan regulasi telah terpenuhi secara sempurna. "Dalam proses penyelesaian akhir ini, kami tidak mengambil jalan pintas. Kami harus memastikan setiap kendaraan yang keluar dari lini produksi kami memiliki kualitas dan standar yang sama dengan produk BYD lainnya di seluruh dunia. Proses ini memang membutuhkan waktu, namun kami berupaya agar pabrik dapat segera beroperasi untuk memenuhi permintaan pasar," tutup Luther.
Komitmen BYD untuk menghadirkan solusi mobilitas ramah lingkungan di Indonesia semakin diperkuat dengan progress pembangunan pabrik dan upaya perbaikan sistem distribusi. Meskipun menghadapi tantangan sementara akibat lonjakan permintaan, perusahaan menunjukkan keseriusannya dalam menjaga kepercayaan konsumen dan terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan pasar otomotif yang terus berkembang. Antusiasme publik terhadap kendaraan listrik BYD, khususnya Atto 1, menjadi bukti nyata penerimaan yang positif terhadap teknologi dan produk perusahaan di pasar Indonesia. Perusahaan berjanji akan terus memberikan kabar terbaru mengenai perkembangan lebih lanjut, termasuk jadwal operasional pabrik dan estimasi waktu pengiriman unit Atto 1.






