Kembalinya Dado: Momen Emosional dan Peran Vital di Laga El Clasico

Tommy Welly

Kembalinya Dedi Kusnandar ke pangkuan Persib Bandung bukan sekadar tambahan pemain biasa. Kepulangan gelandang veteran ini menandai momen emosional yang bertepatan dengan laga krusial pekan ke-32 Super League 2025-2026 melawan seteru abadi, Persija Jakarta. Keputusan pelatih kepala, Bojan Hodak, untuk menurunkan Dedi di menit ke-80 menjadi bukti kepercayaan yang diberikan, sekaligus menjawab kerinduan sang pemain untuk kembali mengenakan seragam kebanggaan Maung Bandung di kompetisi resmi. Debut comeback ini terasa istimewa, terutama setelah Dedi menghabiskan paruh pertama musim dengan status pinjaman di Bhayangkara FC.

Pertandingan yang digelar di Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu (10/5/2026) itu berhasil dimenangkan Persib dengan skor 2-1. Dedi masuk menggantikan Layvin Kurzawa yang terpaksa harus ditarik keluar lapangan akibat cedera. Kehadirannya di lapangan terbukti memberikan dampak positif, membantu tim mengamankan tiga poin krusial dari laga sarat gengsi tersebut. Bagi Dedi, momen ini sungguh memuaskan. Setelah lama menanti, ia akhirnya kembali dipercaya untuk berkontribusi bagi tim yang telah dua kali ia bawa meraih gelar juara. Pengalaman dan kedewasaannya di lapangan tentu menjadi aset berharga bagi Persib di sisa musim yang semakin memanas.

"Tentunya saya merasa sangat gembira bisa kembali memperkuat Persib. Saya datang ke sini dengan kesadaran penuh akan kualitas para pemain yang ada di tim ini. Saya ingin memberikan kontribusi terbaik, dan siap bermain kapan pun serta di mana pun saya ditugaskan," ujar Dedi Kusnandar, yang akrab disapa Dado. Ia menambahkan bahwa membela Persib di laga melawan Persija memiliki makna tersendiri. Ia merasa bangga bisa menjadi bagian dari kemenangan tim atas rival sekota yang selalu menyajikan pertandingan dengan intensitas tinggi.

Persija Jakarta, yang dijuluki Macan Kemayoran, selalu menjadi lawan yang menantang bagi Persib. Rivalitas kedua tim yang sudah mengakar kuat membuat setiap pertemuan selalu menjadi sorotan utama. Dedi mengakui bahwa ia merasakan kebanggaan luar biasa bisa turut serta dalam kemenangan atas tim sebesar Persija. "Apabila bisa mengalahkan tim sebesar Persija, tentu saja saya merasa senang dan bangga. Ini adalah pertandingan besar yang selalu dinantikan oleh setiap pemain," ungkapnya.

Meskipun memiliki segudang pengalaman, Dedi tidak menampik adanya sedikit rasa gugup saat diturunkan di menit-menit akhir pertandingan yang krusial. Ia mengakui bahwa absennya ia dari tim utama Persib dalam beberapa waktu terakhir sempat menimbulkan sedikit tekanan mental. Namun, sebagai seorang profesional, ia harus siap menghadapi situasi apa pun di lapangan. "Jujur saja, saya pasti merasakan sedikit ketegangan. Terlebih lagi, saya mungkin sudah cukup lama tidak bermain secara reguler," katanya.

Namun, Dedi menegaskan bahwa instruksi dari tim pelatih menjadi prioritas utamanya. Ia bertekad untuk menjalankan peranannya dengan baik demi menjaga keunggulan tim hingga peluit panjang dibunyikan. Kesiapan mental, menurutnya, adalah kunci utama bagi setiap pemain profesional ketika dihadapkan pada berbagai kondisi pertandingan. Ia selalu berusaha untuk siap secara fisik maupun mental, terlepas dari siapa lawannya dan di mana pertandingan itu digelar.

"Pelatih selalu menekankan pentingnya kesiapan. Saya harus siap melawan siapa pun, bermain kapan pun, dan di mana pun. Itu yang selalu saya pegang," tegasnya. Dedi juga merasakan adanya dorongan adrenalin yang berbeda saat bertanding di laga besar seperti melawan Persija. Atmosfer pertandingan yang intensitasnya tinggi memang selalu memberikan sensasi tersendiri bagi para pesepak bola. Namun, ia berhasil mengendalikan diri dan fokus pada tugasnya di lapangan. Ia menambahkan, "Siapa yang tidak ingin bermain melawan Persija? Pemain di mana pun pasti mendambakan kesempatan bermain di laga big match seperti ini."

Keberhasilan Persib meraih tiga poin penuh dalam pertandingan tersebut disambut dengan penuh rasa syukur oleh seluruh tim. Dedi menyadari bahwa tensi pertandingan melawan Persija sangatlah tinggi, namun hasil akhir kemenangan adalah hal yang paling krusial bagi tim saat ini. Ia sangat bersyukur timnya mampu memenangkan pertandingan tersebut.

Secara statistik, penampilan Dedi melawan Persija ini merupakan penampilan keduanya bersama Persib di musim 2025-2026. Sebelumnya, ia sempat bermain di laga pembuka musim melawan Semen Padang FC. Selama masa peminjamannya di Bhayangkara FC, Dedi tercatat telah tampil sebanyak lima kali bersama tim berjuluk The Guardians. Kehadirannya kembali di skuad Persib ini diharapkan dapat menambah kedalaman dan kekuatan lini tengah tim.

Meskipun meraih kemenangan penting, Dedi mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak cepat berpuas diri. Ia menekankan bahwa persaingan menuju gelar juara musim ini masih sangat ketat. Persib Bandung saat ini tengah bersaing ketat dengan Borneo FC yang memiliki raihan poin yang identik, yaitu 75 poin. Poin yang sama membuat perburuan gelar juara menjadi semakin sengit.

"Kami belum sepenuhnya aman, belum bisa dikatakan juara. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan doa dan dukungan penuh dari seluruh Bobotoh untuk dua pertandingan sisa yang akan kami jalani," pinta Dedi. Persib Bandung kini hanya menyisakan dua pertandingan terakhir yang akan sangat menentukan nasib mereka dalam perburuan gelar juara Liga Super Indonesia. Skuad asuhan Bojan Hodak dijadwalkan akan menghadapi PSM Makassar dan Persijap Jepara di dua laga penutup musim ini. Kemenangan di kedua laga tersebut akan memastikan Persib keluar sebagai juara.

Also Read

Tags