Kiper asal Belanda yang telah mengukir jejak di kancah sepak bola Indonesia, Sonny Stevens, secara tersirat mengindikasikan niatnya untuk menggantungkan sepatu di klubnya saat ini, Dewa United. Setelah hampir tiga musim membela panji tim berjuluk The Banten Warriors, Stevens tampaknya melihat klub inilah yang akan menjadi babak akhir dari perjalanan kariernya di dunia sepak bola profesional. Rencana kepulangannya ke Belanda pun baru akan terwujud setelah ia secara resmi menyatakan pensiun dari arena lapangan hijau, demikian dilaporkan oleh Suara pada Kamis, 14 Mei 2026.
Perjalanan Stevens di Indonesia dimulai pada awal musim 2023/2024, ketika ia didatangkan oleh pelatih Jan Olde Riekerink. Sejak saat itu, sosoknya menjadi pilar tak tergantikan di bawah mistar gawang Dewa United. Catatan impresifnya mencakup penampilan dalam 104 pertandingan di berbagai ajang kompetisi. Selama total 9.360 menit bermain, Stevens berhasil membukukan 32 kali clean sheet, sebuah bukti konsistensi dan keandalannya dalam menjaga pertahanan tim. Kehadirannya telah memberikan kontribusi signifikan bagi performa Dewa United di Liga 1 Indonesia.
Menanggapi pertanyaan mengenai masa depannya, Stevens menegaskan fokusnya saat ini. Ia menyatakan bahwa prioritas utamanya adalah mempersiapkan diri secara maksimal untuk menghadapi kompetisi yang akan datang. Kepulangan definitif ke kampung halamannya di Belanda baru akan menjadi kenyataan setelah ia benar-benar mengucapkan selamat tinggal pada dunia sepak bola yang telah membesarkannya. Pernyataannya ini menggarisbawahi dedikasinya yang masih penuh terhadap klub yang dibelanya saat ini.
Kiper berusia 33 tahun ini mengungkapkan rasa puasnya atas konsistensi yang ia tunjukkan selama membela Dewa United. Ia bangga karena belum pernah sekalipun absen dalam pertandingan sejak pertama kali bergabung dengan klub tersebut. Stevens berharap kondisi fisiknya akan terus prima, memungkinkannya untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi tim dalam rentang waktu yang lebih panjang lagi. Keinginannya adalah untuk terus berada di bawah mistar gawang Dewa United selama mungkin, menunjukkan loyalitas dan komitmennya.
Sebagai mantan pemain SC Cambuur, Stevens juga menyuarakan kebanggaannya karena berhasil mencapai rekor 100 penampilan bersama Dewa United, sebuah klub yang tergolong masih sangat muda usianya di kancah sepak bola Indonesia. Ia memiliki ambisi yang membara untuk membawa Dewa United meraih puncak kejayaan di kompetisi domestik. Baginya, setiap pertandingan memiliki arti penting, baik itu laga yang terkesan mudah maupun yang penuh tantangan. Keinginan terbesarnya adalah melihat Dewa United merengkuh gelar juara sebanyak tiga kali di bawah kepemimpinannya.
Lebih jauh, Stevens tidak ragu untuk berbagi pandangannya mengenai atmosfer sepak bola di Indonesia. Ia mengaku sangat menikmati pengalaman bermain di liga ini dan bahkan merekomendasikannya kepada rekan-rekan senegaranya di Belanda. Menurutnya, keragaman pengalaman yang ditawarkan oleh liga Indonesia, mulai dari bermain di stadion-stadion tua hingga yang modern dengan fasilitas yang bervariasi, memberikan kesan yang unik dan tak terlupakan bagi para pemain asing. Pengalaman ini, baginya, adalah bagian dari daya tarik tersendiri yang membuat sepak bola Indonesia begitu menarik.
Dewa United, sebagai klub yang masih terbilang baru, terus berupaya membangun reputasi dan prestasi. Kehadiran pemain berpengalaman seperti Sonny Stevens menjadi modal berharga bagi tim untuk menatap masa depan yang lebih cerah. Komitmen dan dedikasi Stevens, ditambah dengan ambisinya untuk membawa klub meraih gelar juara, menunjukkan betapa ia telah menyatu dengan Dewa United dan sepak bola Indonesia. Isyarat pensiunnya di klub ini semakin memperkuat pandangan bahwa ia telah menemukan rumah kedua di Indonesia, sebuah tempat di mana ia ingin mengakhiri karier gemilangnya.
Pengalaman Stevens di Indonesia tidak hanya soal performa di lapangan, tetapi juga tentang adaptasi budaya dan lingkungan. Ia telah menjadi bagian integral dari skuad Dewa United, berkontribusi pada dinamika tim, dan berbagi ilmu serta pengalamannya dengan pemain-pemain muda. Keputusannya untuk pensiun di Dewa United, jika terealisasi, akan menjadi sebuah momen penting yang menandai akhir dari sebuah babak dalam kariernya, sekaligus menjadi sejarah bagi klub tersebut.
Fakta bahwa ia belum pernah absen dalam satu pertandingan pun sejak bergabung menjadi bukti fisiknya yang prima dan komitmennya yang tinggi. Hal ini tentu menjadi aset berharga bagi Dewa United, yang sedang berusaha membangun fondasi kuat untuk masa depan. Keinginan Stevens untuk terus bermain selama mungkin menunjukkan semangat juang yang tinggi, bahkan di usia yang tidak lagi muda bagi seorang pesepak bola profesional.
Lebih dari sekadar pemain, Stevens juga telah menjadi duta bagi sepak bola Indonesia di mata pemain asing lainnya. Rekomendasinya terhadap liga Indonesia menjadi sinyal positif bagi daya tarik liga ini di kancah internasional. Ia berhasil melihat sisi positif dan keunikan dari berbagai aspek sepak bola di Indonesia, yang mungkin tidak dirasakan oleh pemain lain. Pengalaman di berbagai tipe stadion, dari yang sederhana hingga megah, memberikan dimensi tersendiri dalam perjalanannya.
Ambisi untuk meraih tiga gelar juara bersama Dewa United menunjukkan betapa besar harapannya untuk klub ini. Ia tidak hanya ingin menjadi bagian dari tim, tetapi juga ingin menjadi aktor utama dalam kesuksesan klub. Hal ini sejalan dengan semangat juang Dewa United yang terus berupaya bangkit dan bersaing di papan atas Liga 1 Indonesia. Perpaduan antara pengalaman Stevens dan semangat muda Dewa United diharapkan akan terus menghasilkan performa yang membanggakan.
Perjalanan Sonny Stevens di Indonesia telah meninggalkan jejak yang mendalam. Dari keputusannya untuk bermain di liga yang relatif baru baginya, hingga kini mengisyaratkan akhir karier di klub yang sama, semuanya menunjukkan bahwa ia telah menemukan tempat yang istimewa di hati para penggemar sepak bola Indonesia, khususnya para pendukung Dewa United. Rencana pensiunnya di Dewa United akan menjadi penutup kisah yang manis, sebuah bukti loyalitas dan kecintaannya pada sepak bola Indonesia.






