Spekulasi mengenai masa depan karier kepelatihan Ruben Amorim semakin memanas, dengan klub raksasa Portugal, Benfica, dikabarkan menaruh minat besar untuk merekrutnya. Keputusan ini muncul menyusul periode yang kurang memuaskan bagi Amorim di Manchester United, di mana ia harus meninggalkan jabatannya lebih awal dari perkiraan. Laporan dari berbagai sumber mengindikasikan bahwa manajemen Benfica sedang aktif menjajaki kemungkinan untuk menunjuk Amorim sebagai pengganti pelatih mereka saat ini, dalam rangka persiapan menyambut musim kompetisi yang akan datang.
Posisi pelatih kepala di Benfica menjadi sorotan utama, terutama dengan adanya desas-desus ketertarikan kuat dari Real Madrid terhadap pelatih yang sedang menjabat, Jose Mourinho. Jika Mourinho benar-benar memutuskan untuk kembali ke Santiago Bernabeu, yang notabene adalah rumah lamanya, maka akan tercipta kekosongan posisi yang strategis di Estadio da Luz. Dalam skenario inilah nama Ruben Amorim muncul sebagai kandidat terdepan. Meskipun rekam jejaknya di Liga Primer Inggris bersama Manchester United mungkin tidak sesuai ekspektasi, reputasi dan pengaruh Amorim di tanah kelahirannya, Portugal, tetaplah signifikan dan dihormati.
Sebelum petualangannya di Inggris, Ruben Amorim telah mengukir sejarah gemilang bersama Sporting CP. Ia berhasil membawa klub tersebut meraih gelar juara Liga Portugal dua kali, pada musim 2021 dan 2024. Pencapaian ini tidak hanya menunjukkan kemampuannya dalam meracik strategi tim yang efektif, tetapi juga kemampuannya untuk membangkitkan potensi terbaik para pemainnya. Lebih dari sekadar liga domestik, Amorim juga sukses menggondol trofi Piala Liga Portugal, sebuah prestasi yang ia raih tidak hanya bersama Sporting CP, tetapi juga saat masih menukangi SC Braga. Keberhasilan-keberhasilan ini membuktikan bahwa Amorim memiliki kapasitas untuk bersaing di level tertinggi dan membawa tim meraih kemenangan.
Ketertarikan Benfica terhadap Amorim bukan tanpa alasan. Adanya potensi hengkangnya Jose Mourinho ke Real Madrid menjadi katalisator utama bagi Benfica untuk segera mencari suksesor. Florentino Perez, Presiden Real Madrid, dikabarkan memiliki ambisi untuk mengembalikan Mourinho ke kursi kepelatihan di Santiago Bernabeu. Meskipun Mourinho baru satu musim memimpin Benfica, dan bahkan berhasil membawa tim tersebut tampil impresif di kompetisi domestik dengan catatan tak terkalahkan sepanjang musim, namun hasil akhir yang menempatkan Benfica di peringkat ketiga klasemen dan gagal meraih tiket Liga Champions menjadi catatan penting yang mungkin mempengaruhi keputusan manajemen.
Lebih dari sekadar pertimbangan taktis dan rekam jejak kepelatihan, ada ikatan emosional yang kuat antara Ruben Amorim dan Benfica. Sebelum beralih profesi menjadi pelatih, Amorim pernah menjadi bagian integral dari lini tengah Benfica saat ia masih aktif sebagai pemain sepak bola profesional. Pengalamannya membela klub berjuluk "As Águias" ini tentu memberikannya pemahaman mendalam tentang DNA dan budaya klub. Menariknya, pada periode Amorim masih berseragam Benfica sebagai pemain, Rui Costa menjabat sebagai direktur olahraga klub. Kini, Rui Costa telah naik jabatan menjadi Presiden Benfica dan diketahui merupakan salah satu pengagum berat kualitas kepelatihan Amorim. Hubungan historis dan apresiasi pribadi ini dipercaya menjadi faktor pendorong signifikan bagi manajemen Benfica untuk bergerak agresif mengamankan jasa Amorim. Benfica dipandang sebagai platform ideal bagi pelatih berusia 41 tahun ini untuk memulihkan dan bahkan meningkatkan kembali citra profesionalnya setelah mengalami periode sulit di Inggris.
Periode kepelatihan Ruben Amorim di Manchester United harus berakhir prematur pada Januari lalu. Keputusan pemecatan ini diambil menyusul serangkaian hasil yang mengecewakan di Premier League dan adanya indikasi ketidakharmonisan di dalam tubuh tim. Pertandingan terakhir yang menjadi penanda akhir karier Amorim di Old Trafford adalah laga imbang melawan Leeds United, sebuah hasil yang tampaknya menjadi titik pemicu bagi manajemen klub untuk mengambil tindakan tegas. Selama masa baktinya di Manchester United, Amorim memimpin tim dalam 63 pertandingan. Dari jumlah tersebut, ia berhasil mencatatkan 25 kemenangan, namun juga harus menelan 23 kekalahan, dengan sisa pertandingan berakhir imbang. Statistik ini mencerminkan perjuangan yang ia hadapi dalam mencoba membangun kembali kekuatan tim Setan Merah di tengah tantangan yang ada.
Kini, dengan potensi kepulangannya ke Portugal, Ruben Amorim memiliki kesempatan emas untuk membuktikan kembali kapasitasnya sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Eropa. Benfica, dengan sejarah panjangnya yang kaya akan prestasi dan basis penggemar yang fanatik, bisa menjadi panggung yang sempurna baginya untuk memulai babak baru dalam karier kepelatihannya. Jika transfer ini terwujud, ini akan menjadi momen penting yang patut disaksikan bagaimana Amorim akan membawa visi dan strateginya untuk mengembalikan kejayaan Benfica, sambil memperbaiki reputasinya yang sempat tercoreng di kompetisi sepak bola Inggris.






