Spekulasi mengenai masa depan Pep Guardiola di Manchester City akhirnya menemui titik terang, dengan laporan yang mengindikasikan bahwa sang arsitek taktik asal Spanyol akan mengakhiri masa baktinya di Etihad Stadium pada akhir musim kompetisi berjalan. Keputusan ini, yang mengejutkan banyak pihak, muncul hanya berselang beberapa hari setelah Guardiola sukses mengantarkan The Citizens meraih gelar Piala FA 2025-2026.
Sumber terpercaya, The Athletic, melalui laporan mendalam yang dikutip oleh Bola, mengungkap bahwa perpisahan ini menjadi sebuah ironi tersendiri. Keberhasilan meraih trofi Piala FA, yang merupakan gelar kedua bagi Manchester City di musim ini setelah sebelumnya menjuarai Piala Liga Inggris (Carabao Cup), seharusnya menjadi momen perayaan penuh kegembiraan. Namun, di balik gegap gempita kemenangan tersebut, tersimpan kabar perpisahan yang emosional bagi para penggemar dan staf klub.
David Ornstein dan Sam Lee dari The Athletic melaporkan secara gamblang bahwa Guardiola akan meninggalkan jabatannya sebagai manajer Manchester City di penghujung musim ini. Mereka menambahkan bahwa perpisahan ini mengakhiri salah satu periode kepelatihan paling gemilang dalam sejarah Premier League, dan sosok Enzo Maresca, mantan pelatih Chelsea, disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk menggantikannya.
Sejak tiba di Manchester pada tahun 2016, Pep Guardiola telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam sejarah klub. Pria kelahiran Santpedor, Spanyol, ini berhasil mengoleksi total 20 trofi prestisius selama hampir satu dekade memimpin The Citizens. Pencapaian terbesarnya terjadi pada musim 2022-2023, di mana ia berhasil mengukir sejarah dengan meraih treble winner yang sangat didambakan, yaitu Liga Champions, Piala FA, dan Premier League dalam satu musim. Prestasi fenomenal ini menyamai rekor rival sekota, Manchester United, yang juga pernah meraih tiga gelar utama di tahun 1999.
Keputusan Guardiola untuk hengkang terbilang mengejutkan, mengingat kontraknya yang sejatinya masih menyisakan satu tahun lagi, hingga Juni 2027. Isu mengenai masa depan sang pelatih sebenarnya sudah mulai mengemuka sesaat setelah peluit akhir pertandingan final Piala FA dibunyikan. Ketika ditanya oleh reporter TNT Sports, Laura Wood, mengenai kelanjutan kariernya, Guardiola memberikan respons yang cenderung mengelak dan bernada sedikit bercanda, menunjukkan gestur kebingungan sembari bertanya balik tentang rumor yang beredar.
Menanggapi pertanyaan yang sama, gelandang senior Manchester City, Bernardo Silva, mengungkapkan rasa hormat dan apresiasinya yang mendalam terhadap Guardiola. Silva, yang juga dikabarkan akan meninggalkan klub pada akhir musim, menyatakan bahwa Guardiola telah mengubah cara pandangnya terhadap sepak bola dan menjadi figur sentral dalam sebagian besar kariernya. Ia mengaku sangat peduli dengan keputusan sang pelatih dan berharap yang terbaik untuknya, mengingat hubungan emosional yang terjalin erat di antara mereka.
Seiring dengan kepergian Guardiola, manajemen Manchester City dikabarkan telah bergerak cepat untuk mencari pengganti yang sepadan. Nama Enzo Maresca muncul sebagai kandidat terdepan. Maresca bukanlah sosok yang asing bagi lingkungan Etihad Stadium, mengingat ia pernah menjabat sebagai asisten pelatih Pep Guardiola pada musim 2022. Sebelumnya, ia juga sempat menukangi tim U21 Manchester City pada periode 2020-2021 sebelum akhirnya meniti karier sebagai pelatih kepala di klub lain.
Rekam jejak kepelatihan Maresca dalam beberapa musim terakhir patut diperhitungkan. Ia berhasil membawa Leicester City promosi kembali ke Premier League pada musim 2023-2024 setelah terdegradasi. Tak hanya itu, kiprahnya di kancah Eropa juga cemerlang, di mana ia sukses mengantarkan Chelsea meraih trofi UEFA Conference League pada musim 2024-2025, serta memenangkan kejuaraan Piala Dunia Klub pada tahun 2025. Pengalaman dan keberhasilan ini menjadikan Maresca sebagai pilihan yang logis untuk meneruskan warisan kesuksesan yang telah dibangun oleh Pep Guardiola di Manchester City. Perpisahan ini menandai akhir dari sebuah era, sekaligus membuka babak baru bagi The Citizens di bawah kepemimpinan yang baru.






