Samsung bersiap membuka lembaran baru di pasar ponsel flagship lewat gelaran Galaxy Unpacked yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Februari di San Francisco, Amerika Serikat. Ajang ini diyakini menjadi panggung utama bagi peluncuran lini terbaru Galaxy S26 Series, penerus seri S yang selama ini menjadi tulang punggung inovasi Samsung.
Melalui undangan resminya, raksasa teknologi asal Korea Selatan itu memberi sinyal kuat soal arah pembaruan yang akan diusung. Fokusnya bukan sekadar peningkatan spesifikasi, melainkan pengalaman penggunaan yang lebih mulus dan intuitif, seolah teknologi bekerja diam-diam di balik layar untuk memudahkan rutinitas harian.
“Bersiaplah menyambut inovasi yang dirancang untuk memastikan aktivitas sehari-hari berjalan lancar tanpa hambatan. Inovasi tersebut ada dalam Galaxy S Series terbaru yang akan segera hadir untuk menginspirasi Anda menjalani rutinitas yang lebih simpel, berkat Galaxy AI yang langsung terintegrasi sejak pertama kali digunakan,” tulis Samsung.
Acara Galaxy Unpacked akan digelar secara luring di San Francisco. Namun, penggemar teknologi di seluruh dunia tetap bisa menyaksikan momen penting ini melalui siaran langsung di Samsung.com/id, Samsung Newsroom Indonesia, serta kanal YouTube Samsung mulai pukul 01.00 WIB.
“Saksikan momen peluncuran inovasi terbaru dari Samsung Galaxy yang menandai era baru AI di mana kecerdasan menjadi benar-benar personal dan adaptif,” tambah undangan tersebut.
Menjelang acara, potongan puzzle mengenai Galaxy S26 mulai bermunculan ke permukaan. Sejumlah bocoran spesifikasi telah beredar luas, bahkan Samsung Indonesia turut memancing rasa penasaran publik lewat tiga video singkat dengan nuansa serupa. Video-video tersebut menampilkan ilustrasi mata yang sedang mengamati pola password, kode PIN, hingga percakapan chat—namun semuanya seolah “menghilang” ketika layar dilihat dari samping.
Ilustrasi visual itu disajikan dengan latar ruang publik seperti lift, kereta, dan bus—tempat di mana privasi sering kali menjadi barang langka.
“Kereta lagi penuh? Aman aja. Bersiap untuk dapatkan privasi yang next level,” tulis caption salah satu unggahan, Rabu (28/1).
Fitur tersebut diyakini berkaitan dengan pembaruan teknologi layar yang dijuluki “Magic Flex Pixel” pada Galaxy S26 Ultra. Rumor soal fitur ini sebenarnya telah beredar sejak beberapa waktu lalu. Konsepnya menyerupai pelindung layar privasi, namun dikabarkan bekerja langsung di tingkat piksel. Dengan pendekatan ini, tampilan layar tetap jernih bagi pengguna, tetapi menjadi gelap atau sulit dibaca dari sudut pandang samping.
Dari sisi panel, Galaxy S26 disebut akan mengandalkan OLED M14 besutan Samsung Display. Panel ini diklaim menawarkan peningkatan kecerahan sekaligus efisiensi daya. Menariknya, panel serupa juga digunakan oleh Apple dan Google pada perangkat mereka, sehingga persaingan kualitas layar di kelas premium diprediksi semakin ketat.
Soal ukuran, Galaxy S26 Plus dan Galaxy S26 Ultra kemungkinan tetap mempertahankan dimensi layar pendahulunya, masing-masing 6,7 inci dan 6,9 inci. Sementara itu, model dasar dikabarkan mengalami sedikit perubahan dengan layar 6,3 inci, naik tipis dari 6,2 inci pada Galaxy S25.
Pada aspek pengisian daya, Samsung selama ini dikenal lebih konservatif dibandingkan para pesaingnya. Namun, tahun ini disebut-sebut menjadi titik balik, setidaknya untuk varian tertinggi. Rumor menyebutkan pengisian daya 60W akan hadir di Galaxy S26 Ultra, sebuah lompatan signifikan dibanding generasi sebelumnya.
Tak hanya itu, dukungan pengisian daya nirkabel juga disebut akan diperbarui. Galaxy S25 Ultra sudah mendukung Qi2, meski tanpa magnet bawaan. Pada seri S26, Samsung dikabarkan akan menghadirkan mode pengisian Qi2 yang lebih cepat hingga 25W, serta sistem penyesuaian magnetik pada aksesori resmi untuk seluruh model, bukan hanya varian Ultra.
Di sektor baterai, peningkatan juga menjadi topik hangat. Kapasitas baterai Galaxy S Ultra disebut stagnan selama enam tahun terakhir. Kini, bocoran menyebut kapasitasnya bisa meningkat hingga setidaknya 5.400 mAh. Samsung juga dirumorkan akan beralih ke material silikon karbon, mengikuti jejak produsen China seperti OnePlus dan Honor, demi kepadatan energi yang lebih tinggi.
Untuk dapur pacu, Galaxy S26 dikabarkan akan mengusung chipset Exynos 2600. Chip ini disebut menggunakan teknologi manufaktur gate-all-around (GAA) 2-nanometer pertama di industri, menjanjikan efisiensi dan performa yang lebih unggul.
Sementara di sektor kamera, Galaxy S26 Ultra dirumorkan membawa konfigurasi tiga kamera belakang: kamera utama 200 MP, ultrawide 50 MP, serta telefoto 50 MP dengan 5x optical zoom. Di bagian depan, Samsung disebut menyematkan kamera 12 MP dengan sudut pandang lebih lebar. Meski resolusi kamera utama tetap 200 MP, sensor yang digunakan dikabarkan lebih besar, yakni Sony 1/1.1 inci, dibandingkan sensor 1/1.3 inci pada S25 Ultra.
Dengan kombinasi bocoran tersebut, Galaxy Unpacked 26 Februari tampaknya akan menjadi panggung penting bagi Samsung untuk menegaskan arah inovasi berikutnya—menggabungkan AI, privasi, dan performa dalam satu ekosistem flagship.






