Generasi Muda Dibekali Keterampilan Industri Sepak Bola Lewat Kampus

Tommy Welly

Operator sepak bola profesional Indonesia, I.League, telah menutup secara resmi rangkaian program edukasi bertajuk "Goes to Campus" yang diselenggarakan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Inisiatif ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada para mahasiswa mengenai berbagai peluang karier yang tersedia di balik layar industri sepak bola nasional. Acara penutup yang berlangsung di Gedung Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan UNJ ini menandai akhir dari seri kegiatan yang telah menyentuh sepuluh kota, sepuluh perguruan tinggi, dan sepuluh sekolah menengah atas di seluruh penjuru negeri selama musim 2025/26.

Asep Saputra, selaku Direktur Kompetisi I.League, mengungkapkan bahwa tujuan utama dari program ini adalah untuk menumbuhkan minat generasi muda agar dapat berkontribusi secara aktif dalam ekosistem sepak bola profesional. Ia menekankan betapa pentingnya penguasaan berbagai kompetensi teknis dan kemampuan komunikasi yang mumpuni agar para talenta muda Indonesia mampu bersaing di kancah internasional. Menurut Asep, mahasiswa memiliki kesempatan emas untuk mengembangkan diri dan mengasah keterampilan agar dapat membangun karier di industri ini. Salah satu aspek penting yang disorot adalah penguasaan bahasa asing, yang sangat krusial untuk menunjang kemampuan berkomunikasi secara global, di samping kecintaan yang mendalam terhadap olahraga sepak bola itu sendiri.

Lebih dari sekadar penyampaian materi teoritis, program ini juga menyajikan sesi interaktif yang mendalam bersama para praktisi yang telah berkecimpung langsung di dunia sepak bola. Para peserta berkesempatan untuk mendapatkan wawasan praktis mengenai manajemen klub sepak bola. Salah satu sesi yang paling menarik adalah ketika Ferry Indrasjarief, yang juga merupakan bagian dari Panitia Pelaksana pertandingan Persija, berbagi pengalamannya. Dalam sesi kelas khusus tersebut, berbagai peran vital yang mendukung operasional sebuah klub sepak bola dibedah secara rinci. Mulai dari Media Officer yang bertanggung jawab atas citra dan komunikasi publik, Marketing Officer yang mengurus strategi promosi dan komersialisasi, Medical Officer yang memastikan kesehatan para pemain, Security Officer yang menjaga keamanan pertandingan, hingga General Coordinator yang mengkoordinasikan seluruh aspek penyelenggaraan. Pembahasan ini bertujuan memberikan gambaran yang realistis dan konkret mengenai kompleksitas serta berbagai jenjang karier yang bisa ditempuh oleh mahasiswa di klub-klub besar Indonesia.

Keberhasilan I.League dalam mengimplementasikan program edukasi ini menunjukkan komitmen strategis mereka dalam upaya meningkatkan literasi publik terhadap industri sepak bola sepanjang musim kompetisi. Meskipun rangkaian tur edukasi ini telah resmi berakhir, fokus utama operator kompetisi kini sepenuhnya teralihkan pada penyelesaian akhir kompetisi Super League yang tinggal menyisakan dua pekan terakhir. Upaya penyelenggaraan program edukasi ini merupakan investasi jangka panjang I.League untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas di masa depan, yang kelak dapat turut memajukan sepak bola Indonesia. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang berbagai aspek di balik layar, diharapkan akan semakin banyak lulusan universitas yang tertarik untuk berkarir di industri sepak bola, baik itu di ranah teknis, manajerial, maupun komersial.

Perluasan jangkauan program "Goes to Campus" ini mencerminkan kesadaran I.League akan pentingnya transfer ilmu dan pengalaman dari para profesional kepada generasi muda yang memiliki potensi. Kolaborasi dengan institusi pendidikan seperti UNJ membuka pintu bagi dialog yang konstruktif antara dunia akademis dan industri. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis dari buku atau perkuliahan, tetapi juga perspektif praktis yang sangat berharga dari orang-orang yang telah lama berkecimpung di dunia sepak bola profesional. Hal ini tentu akan membekali mereka dengan bekal yang lebih kuat ketika memasuki dunia kerja kelak.

Selain itu, program ini juga menjadi wadah bagi I.League untuk menjaring talenta-talenta potensial. Dengan memperkenalkan berbagai lini pekerjaan di industri sepak bola, dimungkinkan akan ada mahasiswa yang menemukan passion mereka di bidang yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Misalnya, seorang mahasiswa yang awalnya tidak terlalu tertarik pada sepak bola, namun setelah mengikuti sesi tentang marketing atau manajemen, justru menemukan minat baru dan melihat peluang karier yang menjanjikan. Ini menunjukkan bahwa industri sepak bola tidak hanya membutuhkan pemain dan pelatih, tetapi juga profesional di berbagai bidang lain yang tak kalah pentingnya.

Program edukasi semacam ini juga berperan dalam mendemistifikasi industri sepak bola. Seringkali, masyarakat awam hanya melihat pertandingan di lapangan tanpa mengetahui betapa rumitnya proses di balik layar untuk menyelenggarakan sebuah kompetisi. Dengan adanya program ini, I.League berupaya membuka tirai tersebut, memberikan pemahaman yang lebih holistik kepada publik, terutama para generasi muda, tentang bagaimana sebuah industri sepak bola yang profesional itu bekerja. Ini termasuk bagaimana pengelolaan keuangan, strategi pemasaran, hubungan dengan media, hingga aspek legal dan keamanan dikelola dengan baik.

Kehadiran praktisi seperti Ferry Indrasjarief dalam sesi diskusi memberikan nilai tambah yang signifikan. Pengalaman langsung yang dibagikan dapat menjadi inspirasi bagi para mahasiswa. Mereka bisa belajar tentang tantangan yang dihadapi, solusi yang diterapkan, serta etos kerja yang dibutuhkan untuk berhasil di industri yang dinamis ini. Sesi tanya jawab yang terbuka juga memungkinkan mahasiswa untuk menggali informasi lebih dalam sesuai dengan minat dan pertanyaan spesifik mereka.

Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, juga sempat menyinggung pentingnya adaptasi terhadap perkembangan global. Di era modern ini, kemampuan berbahasa asing menjadi salah satu kunci penting untuk dapat berjejaring dan berkolaborasi dengan para profesional dari berbagai negara. Industri sepak bola sendiri sudah semakin mendunia, dengan adanya transfer pemain, pelatih, dan bahkan ide-ide manajemen lintas negara. Oleh karena itu, membekali mahasiswa dengan kemampuan komunikasi global adalah langkah strategis yang sangat tepat sasaran.

Penutupan program "Goes to Campus" di UNJ ini menjadi penanda keberhasilan I.League dalam mencapai target edukasi mereka untuk musim ini. Namun, ini bukanlah akhir dari segalanya. Komitmen I.League untuk pengembangan sumber daya manusia di industri sepak bola diharapkan akan terus berlanjut di masa mendatang, mungkin dengan format yang lebih bervariasi atau jangkauan yang lebih luas lagi. Upaya ini patut diapresiasi sebagai langkah progresif dalam membangun fondasi industri sepak bola Indonesia yang lebih kuat dan profesional dari berbagai lini.

Also Read

Tags