Layanan surat elektronik milik Google memasuki babak baru pada 2026. Gmail tak lagi sekadar kotak masuk dan tombol kirim, melainkan berubah menjadi ruang kerja cerdas yang ditopang kecerdasan buatan. Sejumlah fitur berbasis AI kini hadir untuk mengubah cara pengguna menyusun, membalas, hingga memahami isi email.
Perombakan ini menandai pergeseran besar dalam filosofi Gmail. Jika sebelumnya pengguna dituntut merangkai kata satu per satu, kini sistem ikut turun tangan sebagai asisten digital. Menariknya, fitur-fitur yang semula hanya bisa diakses oleh pengguna berlangganan Google AI Pro atau Ultra, kini dibuka untuk publik secara luas.
Salah satu fitur yang menjadi sorotan utama adalah Help Me Write atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Bantu Saya Menulis. Fitur ini memungkinkan pengguna membuat draf email secara lengkap hanya dengan memasukkan perintah singkat. Gmail kemudian akan merangkai pesan layaknya penulis bayangan yang memahami konteks dan tujuan pesan.
Mengutip laman 9to5Mac, Jumat (9/1/2026), Help Me Write menyediakan beberapa opsi penyuntingan yang fleksibel. Pengguna dapat memilih formalize untuk mengubah gaya bahasa menjadi lebih resmi, elaborate guna memperluas penjelasan, shortten untuk memadatkan pesan, serta polish agar email terdengar lebih rapi dan profesional. Dengan opsi ini, satu pesan bisa berwajah formal atau santai hanya dalam hitungan detik.
Google belum berhenti sampai di situ. Perusahaan teknologi raksasa tersebut juga menyiapkan pembaruan lanjutan yang akan memperkaya kemampuan personalisasi. Ke depan, AI Gmail disebut akan mampu memanfaatkan konteks dari aplikasi Google lain, sehingga gaya penulisan email bisa semakin selaras dengan kebiasaan dan kebutuhan masing-masing pengguna.
Fitur Help Me Write sendiri tersedia lintas platform, mulai dari versi web, Android, hingga iOS. Cara mengaktifkannya pun sederhana: pengguna cukup mengetuk ikon pena dengan simbol AI saat hendak menulis email. Dari titik itu, proses menulis yang biasanya memakan waktu lama bisa dipangkas secara signifikan.
Selain membantu menulis dari nol, Gmail juga memperbarui fitur Suggested Replies atau Balasan yang Disarankan. Ini merupakan evolusi dari Smart Replies yang sebelumnya hanya menawarkan jawaban singkat dan generik. Pada versi terbaru, Suggested Replies mampu merespons email dengan mempertimbangkan konteks percakapan serta menyesuaikan gaya bahasa pengguna. Dengan kata lain, balasan tidak lagi terdengar kaku atau seragam, melainkan lebih personal dan alami.
Gmail juga mulai memperkenalkan AI Overview, sebuah fitur berbentuk kartu ringkasan yang menampilkan poin-poin penting dari sebuah email secara berurutan. Fitur ini ibarat ringkasan eksekutif yang membantu pengguna menangkap inti pesan tanpa harus membaca seluruh paragraf panjang, sangat berguna untuk email kerja atau korespondensi yang padat informasi.
Meski perubahan ini berskala besar, Google menerapkannya secara bertahap. Seluruh fitur berbasis AI tersebut saat ini baru dapat diakses oleh pengguna di Amerika Serikat. Setelah melalui fase uji dan penyempurnaan, Google berencana menggulirkannya ke pengguna global.
Dengan transformasi ini, Gmail seolah berganti peran dari sekadar kurir digital menjadi mitra berpikir. Menulis email tak lagi soal merangkai kata dari awal, melainkan mengarahkan ide dan membiarkan AI membantu menyempurnakannya. Tahun 2026 pun menjadi penanda bahwa era email manual perlahan bergeser menuju komunikasi yang lebih cerdas, cepat, dan adaptif.






