Produsen otomotif asal Tiongkok, JETOUR International, tidak hanya memamerkan deretan kendaraan terbarunya di ajang bergengsi Auto China 2026. Lebih dari sekadar peluncuran produk, perusahaan ini secara resmi memperkenalkan sebuah filosofi bisnis baru yang disebut "Travel Plus". Visi ambisius ini dirancang untuk menciptakan sebuah ekosistem mobilitas yang holistik dan terintegrasi, menandai langkah strategis JETOUR dalam memperkuat posisinya di pasar otomotif global. Pengumuman ini disampaikan pada hari Rabu, 13 Mei 2026, seiring dengan gelaran pameran otomotif akbar tersebut.
Dalam perhelatan yang sama, JETOUR turut memamerkan jajaran SUV berteknologi hybrid yang menjadi andalannya. Inovasi ini menjadi bukti komitmen JETOUR untuk menjawab tren elektrifikasi yang semakin dominan. Selain itu, kolaborasi strategis yang lebih erat dengan merek SOUEAST semakin diperkuat. Langkah ini merupakan bagian dari strategi multi-brand JETOUR untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas dan beragam di seluruh penjuru dunia. Upaya ekspansi JETOUR ini diwujudkan dengan peluncuran model-model unggulan yang siap bersaing, di antaranya adalah JETOUR T1 i-DM, T2 i-DM, serta SUV premium yang dinamakan G700. Melalui pendekatan multi-brand, JETOUR juga menghadirkan SOUEAST S08 DM, yang diharapkan dapat memperkuat portofolio mereka dan menguasai berbagai segmen pasar SUV di kancah internasional.
Ke Chuandeng, President JETOUR International, menjelaskan bahwa transformasi mendasar telah terjadi dalam filosofi perusahaan. Dahulu, fokus utama adalah pada atribut produk semata. Kini, JETOUR bergeser untuk melihat kendaraan bukan hanya sebagai alat transportasi, melainkan sebagai representasi gaya hidup yang mampu membangun koneksi emosional dan menjadi jembatan yang menghubungkan manusia, budaya, serta pengalaman hidup. "Kini, ‘Travel+’ telah berkembang melampaui sekadar atribut produk, menjadi representasi gaya hidup, koneksi emosional, serta jembatan yang menghubungkan manusia, budaya, dan pengalaman," ujar Ke Chuandeng. Ia menambahkan, "Kami ingin menunjukkan bagaimana strategi ini terus berkembang melalui inovasi produk, penguatan ekosistem, dan kolaborasi global, untuk menghadirkan pengalaman mobilitas yang semakin relevan bagi konsumen di seluruh dunia." Pernyataan ini menegaskan visi JETOUR untuk terus beradaptasi dan berinovasi demi memenuhi kebutuhan konsumen global yang dinamis.
Pengembangan produk seperti JETOUR G700 menjadi contoh nyata dari implementasi strategi ini. Mobil SUV premium ini dirancang dengan spesifikasi teknis yang sangat mumpuni, termasuk klaim tenaga yang mencapai 665 kW. Kapasitas daya yang impresif ini jelas menempatkan G700 sebagai penantang serius di segmen off-road premium. Namun, fokus JETOUR tidak hanya terbatas pada kecanggihan mesin dan performa. Perusahaan ini juga memberikan perhatian besar pada pembentukan basis konsumen yang loyal dan aktif. Hal ini diwujudkan melalui inisiatif pembentukan lebih dari 300 komunitas pengguna yang tersebar di berbagai negara. Keberadaan komunitas-komunitas ini diharapkan dapat menciptakan ikatan emosional yang kuat antara merek dan para penggunanya, serta menjadi sarana berbagi pengalaman dan masukan yang berharga.
Data penjualan yang dirilis oleh JETOUR menunjukkan pencapaian yang signifikan. Hingga saat ini, JETOUR telah berhasil mendistribusikan sebanyak 2,27 juta unit kendaraannya di lebih dari 100 negara di seluruh dunia. Angka ini mencerminkan penerimaan pasar yang positif terhadap produk-produk JETOUR. Dalam upaya untuk terus relevan dan menarik perhatian generasi muda, JETOUR juga menempuh langkah strategis dengan menggandeng dua tokoh internasional ternama sebagai mitra global. Mereka adalah Alan Walker, seorang DJ dan produser musik ternama dunia, serta Mo Farah, seorang atlet lari jarak jauh legendaris. Kolaborasi dengan figur-figur yang memiliki pengaruh besar di kalangan anak muda ini diharapkan dapat meningkatkan brand awareness dan citra JETOUR sebagai merek yang modern, dinamis, dan berjiwa petualang.
Strategi "Travel Plus" ini pada intinya mencerminkan pergeseran paradigma JETOUR dari sekadar menjadi produsen mobil menjadi penyedia solusi mobilitas yang terintegrasi dengan gaya hidup penggunanya. Ini bukan hanya tentang bagaimana mobil membawa seseorang dari satu tempat ke tempat lain, tetapi tentang bagaimana pengalaman berkendara dapat memperkaya kehidupan, menghubungkan orang-orang, dan membuka pintu menuju eksplorasi budaya baru. Dengan peluncuran strategi ini di Auto China 2026, JETOUR secara tegas menunjukkan ambisinya untuk tidak hanya menjadi pemain di pasar otomotif Tiongkok, tetapi juga sebagai kekuatan yang diperhitungkan di panggung global. Inovasi produk hybrid, penguatan ekosistem pengguna, dan kemitraan strategis dengan figur berpengaruh global adalah pilar-pilar utama yang akan menopang pertumbuhan dan keberlanjutan JETOUR di masa depan.
Lebih jauh lagi, strategi "Travel Plus" ini juga mengisyaratkan adanya fokus pada pengembangan teknologi yang tidak hanya berorientasi pada performa, tetapi juga pada keberlanjutan dan konektivitas. Dalam era di mana kesadaran lingkungan semakin meningkat, penekanan pada produk hybrid merupakan langkah yang cerdas dan relevan. Selain itu, pembangunan ekosistem komunitas pengguna menunjukkan pemahaman JETOUR akan pentingnya membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen. Ini bukan sekadar transaksi jual beli, melainkan sebuah kemitraan yang berkelanjutan. Dengan menggandeng tokoh-tokoh global yang memiliki jangkauan luas dan pengaruh kuat, JETOUR berupaya menciptakan resonansi emosional dengan target audiensnya, khususnya generasi muda yang cenderung mencari merek yang sejalan dengan nilai-nilai dan aspirasi mereka. Auto China 2026 menjadi saksi bisu dimulainya babak baru bagi JETOUR, sebuah babak yang dijanjikan akan penuh dengan inovasi, konektivitas, dan pengalaman mobilitas yang tak terlupakan.






