Manchester City berhasil mengukuhkan diri sebagai juara FA Cup musim 2025-2026 setelah menaklukkan Chelsea dalam pertandingan final yang digelar di Stadion Wembley pada Sabtu, 16 Mei 2026. Kemenangan tipis 1-0 ini menandai raihan trofi domestik kedua bagi The Citizens di musim yang sama, memperpanjang rekor dominasi mereka di kancah sepak bola Inggris.
Gol tunggal yang memastikan kemenangan krusial bagi tim asuhan Pep Guardiola dicetak oleh Antoine Semenyo pada menit ke-72. Gol tersebut tercipta berkat assist matang dari Erling Haaland, yang berhasil memberikan umpan silang mendalam yang berhasil dimanfaatkan Semenyo dengan baik untuk merobek jala gawang Chelsea. Kemenangan ini melanjutkan tren positif Manchester City di kompetisi piala domestik, setelah sebelumnya mereka juga sukses meraih gelar Piala Liga pada bulan Maret lalu.
Pertandingan final ini menjadi momen yang sarat emosi, terutama bagi gelandang veteran Bernardo Silva. Pemain asal Portugal ini telah mengonfirmasi bahwa musim ini akan menjadi musim terakhirnya membela panji Manchester City sebelum meninggalkan klub pada akhir kompetisi. Silva mengungkapkan kebahagiaan dan kebanggaannya atas pencapaian yang diraihnya bersama klub yang telah dibelanya sejak tahun 2017. Ia menggambarkan perjalanannya di Etihad Stadium sebagai sesuatu yang luar biasa dan penuh pencapaian gemilang.
"Sungguh momen yang sangat spesial. Saya merasa sangat bahagia. Seluruh perjalanan saya di Manchester City sungguh fantastis," ujar Bernardo Silva, yang juga menjabat sebagai kapten tim. Ia menambahkan bahwa trofi FA Cup yang baru saja diraihnya ini memiliki makna tersendiri, apalagi ini merupakan musim terakhirnya bersama klub. Ia berharap kemenangan ini bukanlah trofi perpisahan terakhir yang dapat ia berikan untuk The Citizens. "Hari ini kami merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Ini sangat istimewa bagi saya, di musim terakhir saya, bisa memberikan satu trofi lagi. Saya berharap ini bukan yang terakhir," tambahnya.
Dengan raihan trofi FA Cup ini, fokus Manchester City kini sepenuhnya beralih kepada persaingan sengit di Liga Primer Inggris. Musim ini, mereka tengah berjuang keras untuk mempertahankan gelar juara liga yang telah mereka raih sebelumnya. Saat ini, Manchester City menempati posisi kedua klasemen sementara Liga Primer, tertinggal dua poin dari Arsenal yang berada di puncak klasemen. Namun, The Citizens masih memiliki keunggulan karena masih menyimpan dua pertandingan tersisa yang sangat krusial untuk menentukan nasib gelar juara liga musim ini.
Bernardo Silva juga tidak lupa menyampaikan apresiasi mendalamnya kepada Pep Guardiola, sang arsitek taktik Manchester City. Ia mengakui bahwa Guardiola telah memberikan pengaruh yang sangat besar dalam perkembangan karier sepak bolanya. Silva menyatakan bahwa sebagian besar pencapaian kariernya, sekitar delapan puluh persen, adalah berkat kehadiran Guardiola sebagai pelatihnya. Ia merasa bahwa segala hal yang ingin dicapainya dalam karier telah berhasil ia raih bersama Guardiola, menggambarkan hubungan profesional mereka sebagai ikatan yang sangat kuat.
"Delapan puluh persen dari karier saya adalah bersama beliau sebagai manajer saya. Semua hal yang saya harapkan bisa saya capai, semuanya saya raih bersamanya. Hubungan yang kami miliki sangatlah kuat," pungkas Bernardo Silva.
Selanjutnya, Manchester City dijadwalkan akan melakoni laga tandang krusial melawan Bournemouth pada Selasa pekan depan. Pertandingan ini akan menjadi ujian penting bagi mereka dalam upaya menjaga asa untuk mempertahankan mahkota juara Liga Primer Inggris. Kemenangan di setiap pertandingan sisa akan sangat menentukan nasib mereka dalam perburuan gelar liga yang semakin memanas.
Kemenangan di FA Cup ini tidak hanya menambah daftar trofi bergengsi bagi Manchester City, tetapi juga menjadi modal berharga dalam menghadapi sisa musim. Mentalitas juara yang terus diasah melalui raihan gelar domestik ini diharapkan dapat menular ke performa tim di kompetisi liga. Pep Guardiola dan para pemainnya tentu akan berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan musim ini dengan catatan gemilang, meraih tiga gelar domestik yang menjadi target ambisius mereka.
Chelsea sendiri harus menelan kekecewaan di laga final ini. Meskipun telah berjuang keras, mereka harus mengakui keunggulan Manchester City. Gol tunggal Semenyo menjadi pembeda di antara kedua tim. Kekalahan ini tentu menjadi pukulan bagi The Blues, namun mereka diharapkan dapat bangkit dan belajar dari pengalaman ini untuk musim-musim mendatang. Perjalanan mereka di kompetisi piala domestik harus terhenti di partai puncak, namun fokus mereka kini dapat dialihkan sepenuhnya untuk kompetisi lain yang masih mereka ikuti.
Bagi Manchester City, gelar FA Cup ini merupakan bukti konsistensi dan kualitas skuad mereka di bawah arahan Pep Guardiola. Sejak ditangani oleh Guardiola, Manchester City telah menjelma menjadi kekuatan dominan di Inggris, meraih berbagai gelar domestik dengan gaya permainan yang atraktif dan efektif. Keberhasilan ini semakin mempertegas status mereka sebagai salah satu klub terbaik di Eropa.
Para penggemar Manchester City tentu patut berbangga dengan pencapaian tim kesayangan mereka. Gelar FA Cup ini menjadi bukti kerja keras, dedikasi, dan semangat juang para pemain. Perayaan kemenangan ini diharapkan dapat memberikan energi positif bagi tim dalam menghadapi sisa pertandingan penting di Liga Primer. Aspirasi untuk meraih treble domestik musim ini semakin terbuka lebar, dan Manchester City akan berjuang hingga titik darah penghabisan untuk mewujudkannya. Pertarungan di Liga Primer masih akan sangat ketat, namun dengan modal kemenangan di Wembley, The Citizens semakin termotivasi untuk mengakhiri musim dengan tinta emas.






