Denza, divisi premium dari BYD, bersiap untuk meramaikan pasar otomotif Malaysia dengan peluncuran SUV terbarunya, Denza B8. Debut publik kendaraan berteknologi hibrida ini dijadwalkan pada tanggal 21 Mei 2026, menandai langkah strategis ekspansi merek sebelum merambah pasar Indonesia. Pengenalan awal kepada publik akan dilakukan di Bangsar Shopping Centre (BSC) mulai 22 hingga 24 Mei 2026, memberikan kesempatan bagi para calon konsumen untuk melihat langsung kemewahan dan inovasi yang ditawarkan.
Denza B8 bukanlah nama baru dalam peta persaingan kendaraan elektrifikasi. Model ini sejatinya merupakan rekayasa ulang dari Fangchengbao Bao 8, sebuah SUV 4×4 yang telah lebih dulu diperkenalkan di pasar domestik Tiongkok. Kehadirannya di kancah global, dimulai dari Malaysia, menunjukkan ambisi Denza untuk bersaing di segmen SUV mewah dengan pendekatan yang mengedepankan efisiensi dan performa melalui teknologi hibrida.
Secara dimensi, Denza B8 tampil gagah dengan panjang mencapai hampir 5,2 meter, menjadikannya salah satu SUV berukuran besar di kelasnya. Bobot total kendaraan ini dilaporkan mencapai sekitar 3,3 ton, sebuah angka yang mengindikasikan kekokohan dan kesiapan untuk berbagai medan. Angka ini jelas jauh melampaui bobot rata-rata mobil penumpang konvensional, menempatkannya pada kategori kendaraan yang mengutamakan stabilitas dan kemampuan jelajah.
Desain Denza B8 mengundang perhatian dengan estetika yang terinspirasi dari robot animasi Jepang, menampilkan siluet kotak yang kokoh dan futuristik. Setiap elemen eksterior dirancang dengan sentuhan futuristik, mulai dari bagian depan yang dilengkapi dengan lampu utama berjuluk "Sayap Pesawat Luar Angkasa" (Starship Wing), hingga bagian belakang yang diperkuat oleh lampu "Pendorong Energi" (Energy Thruster). Kombinasi ini memberikan identitas visual yang kuat dan modern, membedakannya dari para pesaing di pasar SUV.
Menariknya, untuk pasar internasional seperti Malaysia, Denza B8 akan dilengkapi dengan velg berukuran 20 inci yang dibalut warna hitam. Ukuran velg ini sedikit lebih kecil dibandingkan dengan versi yang dipasarkan di Tiongkok, yang menggunakan velg 21 inci. Penyesuaian ini bukan tanpa alasan, melainkan merupakan strategi untuk mengoptimalkan kenyamanan berkendara, terutama saat melintasi berbagai jenis permukaan jalan, termasuk yang tidak rata atau berbatu. Pilihan ini menunjukkan pertimbangan Denza terhadap kondisi jalan yang mungkin dihadapi oleh konsumen di pasar baru.
Sektor penggerak Denza B8 mengandalkan sistem Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang canggih. Kombinasi antara mesin bensin berkapasitas 2.0 liter dengan turbocharger dan dua unit motor listrik menawarkan performa yang impresif. Motor listrik yang terpasang di poros depan mampu menghasilkan tenaga sebesar 272 PS dengan torsi puncak 360 Nm. Sementara itu, motor listrik di poros belakang memberikan kontribusi tenaga sebesar 408 PS dan torsi 400 Nm. Sinergi kedua motor listrik dan mesin bensin ini menghasilkan total output sistem yang mengagumkan, mencapai 578 PS dengan torsi gabungan sebesar 760 Nm. Angka performa ini menjanjikan akselerasi yang responsif dan tenaga yang cukup untuk berbagai kebutuhan berkendara.
Perihal akselerasi, Denza B8 diklaim mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam kurun waktu 4,8 detik. Catatan waktu ini menempatkannya di jajaran kendaraan performa tinggi, terutama untuk sebuah SUV berukuran besar dengan teknologi hibrida. Kapasitas baterai Blade berkapasitas 36,8 kWh yang terintegrasi memungkinkan Denza B8 untuk menempuh jarak sejauh 115 km dalam mode berkendara elektrik murni. Ketika dikombinasikan dengan pasokan bahan bakar dari tangki berkapasitas 91 liter, total jangkauan gabungan kendaraan ini diklaim dapat mencapai 905 km, menawarkan fleksibilitas dan efisiensi yang signifikan bagi pengguna dalam perjalanan jarak jauh.
Inovasi teknologi pengisian daya juga menjadi salah satu keunggulan Denza B8. Kendaraan ini mendukung pengisian daya cepat DC 120 kW, yang memungkinkan pengisian daya baterai dari 30 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu 16 menit. Kecepatan pengisian ini sangat membantu, terutama bagi pengguna yang memiliki mobilitas tinggi dan membutuhkan waktu pengisian yang singkat. Selain itu, Denza B8 juga dilengkapi dengan fitur Vehicle-to-Load (V2L) berkapasitas 6,6 kW AC, yang memungkinkan kendaraan berfungsi sebagai sumber daya listrik portabel untuk berbagai perangkat elektronik.
Fitur suspensi hidrolik DiSus-P menawarkan kemampuan penyesuaian ketinggian hingga 140 mm, memberikan kenyamanan dan kemampuan adaptasi yang lebih baik terhadap berbagai kondisi medan. Fitur differential lock pada poros depan dan belakang semakin mempertegas kapabilitas off-road Denza B8, menjadikannya pilihan menarik bagi mereka yang gemar bertualang.
Bagian interior Denza B8 dirancang dengan mengutamakan fleksibilitas dan kenyamanan. Kursi pada baris kedua dan ketiga dapat dilipat secara elektrik melalui tombol kendali, membuka ruang bagasi yang lebih luas. Kapasitas bagasi dapat diperluas dari 147 liter menjadi maksimal 920 liter, memberikan ruang yang memadai untuk membawa berbagai macam barang bawaan. Pengguna juga dimanjakan dengan kemudahan pengaturan ketinggian suspensi langsung dari area belakang, yang sangat mempermudah proses bongkar muat barang, terutama untuk barang-barang yang berat atau berukuran besar.
Meskipun dibekali dengan segudang fitur elektrikal dan teknologi canggih, Denza B8 masih mempertahankan sentuhan operasional manual pada pintu bagasi samping tempat ban serep berada. Hal ini mungkin merupakan keputusan desain yang mempertimbangkan keseimbangan antara teknologi modern dan kepraktisan. Mengenai estimasi harga, Denza B8 diprediksi akan dibanderol sekitar RM300.000 di Malaysia, yang jika dikonversikan, setara dengan lebih dari Rp1 miliar. Angka ini menempatkan Denza B8 dalam segmen kendaraan premium, sepadan dengan teknologi, performa, dan kemewahan yang ditawarkannya.






