Persib Bandung sekali lagi menegaskan statusnya sebagai entitas sepak bola profesional terkemuka di kancah Asia. Klub berjuluk "Maung Bandung" ini berhasil mengamankan lisensi AFC untuk kompetisi musim 2025-2026, sebuah pencapaian yang menunjukkan kepatuhan mendalam terhadap standar tata kelola sepak bola modern yang ditetapkan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia. Kepastian ini merupakan bukti nyata konsistensi manajemen Persib dalam memenuhi segala persyaratan yang kian ketat sejak regulasi lisensi klub AFC pertama kali diperkenalkan pada tahun 2017. Selama hampir satu dekade terakhir, klub kebanggaan Bobotoh ini secara konsisten menunjukkan kapabilitasnya dalam memenuhi berbagai aspek administratif dan operasional yang disyaratkan oleh badan sepak bola tertinggi di benua biru.
Perolehan lisensi ini bukan sekadar formalitas semata bagi PT Persib Bandung Bermartabat, melainkan merupakan representasi dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam membangun fondasi klub yang kokoh dan berkelanjutan. Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, menekankan bahwa lisensi AFC ini jauh melampaui sekadar pemenuhan kewajiban di atas kertas. Baginya, ini adalah cerminan dari upaya berkelanjutan untuk menciptakan organisasi sepak bola yang sehat, profesional, dan dapat dipercaya, baik dalam pengelolaan internal maupun dampaknya terhadap ekosistem sepak bola yang lebih luas.
Fokus utama manajemen Persib saat ini, menurut Adhitia, adalah memastikan pertumbuhan klub berjalan secara holistik dan berkelanjutan. Hal ini mencakup berbagai dimensi, mulai dari peningkatan kualitas performa tim di lapangan hijau hingga peningkatan mutu layanan yang diberikan kepada para pendukung setia, Bobotoh. Pendekatan komprehensif ini diharapkan dapat menopang eksistensi Persib sebagai kekuatan sepak bola yang tidak hanya unggul secara prestasi, tetapi juga memiliki integritas dan profesionalisme yang tinggi. "Kami bertekad untuk membangun klub yang memiliki akar yang kuat untuk masa depan, bukan hanya sekadar mengejar pencapaian sesaat," ujar Adhitia.
Lebih lanjut, Adhitia menjelaskan bahwa upaya pengembangan klub harus berjalan seimbang antara raihan di lapangan dengan tata kelola profesional di luar lapangan. Penekanan khusus diberikan pada penguatan infrastruktur yang memadai serta penerapan prinsip transparansi dalam tata kelola organisasi. Keterbukaan dan akuntabilitas ini penting untuk memastikan bahwa seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemain, staf, manajemen, hingga Bobotoh, merasa terhubung dan percaya pada arah pengembangan klub. "Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah Persib mencerminkan profesionalisme, mulai dari aspek teknis, finansial, hingga relasi dengan para pendukung," tambahnya.
Proses verifikasi lisensi AFC musim ini melibatkan evaluasi mendalam terhadap lima sektor krusial yang harus dipenuhi oleh seluruh kontestan liga nasional. Kelima sektor tersebut meliputi aspek sporting atau olahraga, ketersediaan dan kualitas infrastruktur, administrasi dan personel yang kompeten, legalitas klub yang jelas, serta laporan keuangan yang transparan dan akuntabel. Persib Bandung berhasil melewati setiap tahapan evaluasi ini dengan baik, menunjukkan bahwa standar operasional klub telah memenuhi kualifikasi yang ditetapkan oleh AFC.
Keberhasilan dalam mendapatkan lisensi AFC ini menjadi modal yang sangat berharga bagi Persib, terutama mengingat partisipasinya yang aktif di kancah internasional dalam dua musim terakhir. Adhitia berpendapat bahwa prestasi di luar lapangan ini akan menjadi pendorong semangat bagi seluruh elemen tim untuk terus meningkatkan standar kualitas, tidak hanya di level domestik, tetapi juga di kompetisi yang lebih luas. "Kami ingin Persib tidak hanya menjadi kebanggaan Bandung dan Indonesia di lapangan, tetapi juga menjadi representasi yang baik di panggung Asia, menunjukkan bahwa sepak bola Indonesia mampu bersaing secara profesional," tuturnya.
Perjalanan Persib di level Asia pada musim ini, tepatnya di AFC Champions League 2, memang harus berakhir pada fase 16 besar setelah menelan kekalahan dari wakil Thailand, Ratchaburi. Namun, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga yang akan terus mendorong tim untuk bangkit dan memperbaiki diri. Lisensi AFC yang berhasil diraih ini menegaskan bahwa fondasi klub telah terbangun dengan kuat, siap untuk menghadapi tantangan-tantangan di masa depan, baik di kancah domestik maupun internasional. Komitmen Persib untuk terus berkembang sebagai klub profesional yang sehat dan berdaya saing semakin diperkuat oleh pengakuan dari federasi sepak bola Asia.
Perolehan lisensi klub profesional AFC ini bukan hanya sekadar penghargaan, melainkan sebuah tanggung jawab besar yang diemban oleh manajemen Persib. Hal ini mengharuskan klub untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan dinamika sepak bola global yang terus berubah. Dengan lisensi ini, Persib memiliki peluang lebih besar untuk berpartisipasi dalam kompetisi-kompetisi bergengsi di bawah naungan AFC, yang pada gilirannya akan meningkatkan pengalaman dan kualitas tim secara keseluruhan. Ini adalah langkah strategis yang menunjukkan visi jangka panjang Persib untuk menjadi salah satu klub terkemuka di Asia.
Lebih dari sekadar kompetisi, lisensi ini juga mencerminkan komitmen Persib terhadap pengembangan sepak bola usia muda, program komunitas, serta upaya peningkatan kesejahteraan para pemain dan staf. Aspek-aspek ini merupakan bagian integral dari kriteria lisensi AFC yang menekankan pentingnya peran klub dalam ekosistem sepak bola yang lebih luas. Dengan memenuhi kriteria tersebut, Persib tidak hanya memperkuat posisinya di kancah profesional, tetapi juga turut berkontribusi pada pertumbuhan sepak bola Indonesia secara keseluruhan.
Dengan demikian, lisensi AFC musim 2025-2026 ini menjadi tonggak penting dalam sejarah perjalanan Persib Bandung. Ini adalah bukti dari kerja keras, dedikasi, dan visi jangka panjang yang dimiliki oleh seluruh elemen klub. Maung Bandung kini siap untuk terus melangkah maju, menghadapi tantangan baru, dan membawa nama harum sepak bola Indonesia di panggung Asia.






