Kekhawatiran membayangi kubu Paris Saint-Germain (PSG) seiring dengan potensi absennya salah satu pemain kunci mereka, Ousmane Dembele, menjelang partai puncak Liga Champions musim 2025-2026. Cedera yang dialami sang winger dalam laga tandang melawan Paris FC pada Minggu (18/5/2026) dini hari WIB, telah menimbulkan tanda tanya besar mengenai kesiapannya untuk menghadapi Arsenal di final yang sangat dinanti.
Dembele terpaksa mengakhiri partisipasinya di lapangan pada menit ke-27 setelah merasakan ketidaknyamanan pada kaki kirinya. Keputusan untuk menariknya keluar lapangan diambil sebagai tindakan pencegahan agar cedera yang dialaminya tidak bertambah parah, sebagaimana dilaporkan oleh jurnalis RMC Sport, Fabrice Hawkins. Meskipun ia dilaporkan masih dapat berjalan tanpa bantuan saat meninggalkan lapangan, kondisi fisiknya tetap menjadi sorotan utama dan memerlukan evaluasi lebih lanjut dalam beberapa hari ke depan. Penggantinya dalam pertandingan tersebut adalah Goncalo Ramos.
Insiden ini tentu saja menambah daftar pemain PSG yang sedang berjuang dengan cedera. Sebelumnya, klub ibu kota Prancis ini sudah ditinggal oleh Achraf Hakimi, Nuno Mendes, dan William Pacho. Kehilangan Dembele, yang dianggap sebagai salah satu elemen penting dalam lini serang PSG, akan menjadi pukulan telak bagi ambisi tim untuk meraih gelar Liga Champions. Absennya pemain yang pernah bersinar di Barcelona ini bisa sangat merugikan, mengingat krusialnya pertandingan melawan Arsenal yang semakin dekat.
Di sisi lain, kekhawatiran tidak hanya terbatas pada PSG. Tim Nasional Prancis juga berpotensi merasakan dampak dari cedera Dembele, mengingat Piala Dunia 2026 juga semakin dekat. Fleksibilitas dan kecepatan yang ditawarkan oleh Dembele seringkali menjadi senjata andalan bagi kedua tim yang dibelanya.
Menanggapi situasi ini, pelatih PSG, Luis Enrique, mencoba memberikan perspektif yang menenangkan. Ia menduga bahwa apa yang dialami Dembele lebih disebabkan oleh kelelahan akibat padatnya jadwal pertandingan yang harus dilakoni tim. Enrique menyatakan bahwa pihaknya akan menunggu hingga hari berikutnya untuk mendapatkan diagnosis yang lebih pasti mengenai kondisi pemainnya tersebut. Ia menambahkan bahwa ia tidak berpikir situasinya akan menjadi rumit, mengingat masih ada waktu dua minggu sebelum pertandingan final. Pernyataan ini, meskipun berusaha meredakan kekhawatiran, masih menyisakan ruang untuk spekulasi dan pemantauan ketat.
Sementara itu, para pakar medis memberikan pandangan yang beragam mengenai potensi waktu pemulihan Dembele. Serhan Segitmen, seorang pakar fisioterapi dari Physio Scout, menawarkan prediksi yang lebih optimis. Ia memperkirakan bahwa Dembele akan cukup pulih untuk dapat bermain dalam pertandingan final Liga Champions yang dijadwalkan dalam dua minggu mendatang. Segitmen merujuk pada laporan media Prancis yang mengindikasikan bahwa Dembele hanya mengalami rasa tidak nyaman pada otot betis atau otot lainnya. Namun, ia juga mengingatkan bahwa cedera otot terkadang bisa lebih serius daripada yang terlihat pada awalnya.
Segitmen menjelaskan bahwa, meskipun ada kemungkinan cedera otot ringan tersebut sedikit lebih parah dari sekadar ketidaknyamanan, staf medis PSG akan mengerahkan segala upaya untuk memastikan Dembele siap menghadapi Arsenal. Dengan program pemulihan yang tepat dan langkah-langkah pencegahan yang cermat, ia yakin pemain tersebut memiliki peluang besar untuk kembali ke lapangan tepat waktu. Pernyataan ini memberikan sedikit harapan di tengah ketidakpastian yang melingkupi kondisi fisik Dembele.
Kekalahan 1-2 dari Paris FC dalam pertandingan yang sama, semakin menambah rasa frustrasi bagi PSG. Selain hasil yang tidak memuaskan, ancaman kehilangan Dembele menjadi pukulan ganda yang sangat dirasakan oleh tim. Ketidakpastian mengenai kebugaran Dembele menjelang final Liga Champions, sebuah ajang yang sangat prestisius dan menjadi target utama PSG, menciptakan atmosfir tegang di antara para penggemar dan staf pelatih. Setiap gerakan dan pembaruan mengenai kondisinya akan terus dipantau dengan seksama.
Peran Dembele dalam skuad PSG musim ini telah terbukti sangat vital. Kecepatan, kemampuan dribbling, dan kemampuannya menciptakan peluang bagi rekan setimnya menjadikannya aset yang tak ternilai. Kehilangan pemain sepertinya di pertandingan sebesar final Liga Champions akan memaksa pelatih Luis Enrique untuk melakukan penyesuaian taktik yang signifikan. Pertanyaan tentang siapa yang akan menggantikannya dan bagaimana dinamika tim akan berubah jika Dembele absen, menjadi topik diskusi hangat di kalangan para pengamat sepak bola.
Pertandingan final Liga Champions melawan Arsenal diprediksi akan menjadi laga yang sangat sengit dan penuh gengsi. Kedua tim memiliki kualitas pemain yang mumpuni dan sejarah persaingan yang menarik. Kehadiran Dembele, jika ia bugar sepenuhnya, akan memberikan dimensi serangan yang berbeda bagi PSG dan menambah tingkat kesulitan bagi pertahanan Arsenal. Sebaliknya, jika ia tidak dapat bermain, Arsenal mungkin akan melihat ini sebagai keuntungan yang signifikan.
Masa depan Ousmane Dembele di final Liga Champions kini bergantung pada hasil diagnosis medis yang akurat dan efektivitas program rehabilitasi yang akan dijalani. Seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pemain, tim medis, pelatih, hingga para penggemar, akan menahan napas menanti kabar baik yang memungkinkan sang bintang untuk kembali berkontribusi di momen terpenting musim ini. Keputusan akhir mengenai penurunannya di final nanti tentu akan didasarkan pada pertimbangan matang demi kesehatan jangka panjang sang pemain dan performa terbaik tim.






