Setelah penantian panjang selama 18 tahun, PSIM Yogyakarta akhirnya memastikan langkahnya kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Namun, ambisi Laskar Mataram tidak berhenti di level domestik. Manajemen klub secara terang-terangan mengumumkan visi jangka menengah yang ambisius: meraih lisensi AFC Champions League Two (ACL 2) untuk musim kompetisi 2027-2028. Langkah ini bukan sekadar euforia kembali promosi, melainkan sebuah strategi matang untuk membuka gerbang partisipasi di panggung antarklub Asia.
Keputusan untuk mengincar lisensi ACL 2 merupakan proyeksi strategis yang dirancang dengan cermat oleh jajaran pengurus. Setelah berhasil menjejakkan kaki kembali di liga utama, fokus utama PSIM pada musim pertama promosi adalah membenahi stabilitas internal dan memastikan kelancaran operasional tim di kompetisi domestik. Steven Sunny, General Manager PSIM Yogyakarta, menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah memenuhi seluruh kriteria yang dipersyaratkan oleh sistem perizinan klub (Club Licensing) untuk musim 2025-2026.
"Sebagai tim yang baru saja kembali menginjakkan kaki di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia setelah sekian lama," ujar Steven Sunny, General Manager PSIM Yogyakarta, menjelaskan filosofi manajemen dalam menghadapi tantangan awal. Ia menambahkan bahwa menghindari potensi sanksi berupa pengurangan poin di awal kompetisi akibat ketidaklengkapan persyaratan lisensi menjadi hal yang krusial. Hal ini penting agar fondasi tim di musim pertama promosi tidak terganggu oleh masalah administratif.
Proses penataan kebutuhan jangka pendek menjadi agenda utama manajemen. Steven Sunny memaparkan bahwa transisi klub menuju level yang lebih tinggi harus berjalan mulus dan tanpa hambatan berarti. Oleh karena itu, memastikan semua standar operasional dan legalitas klub terpenuhi menjadi prasyarat mutlak sebelum melangkah lebih jauh ke arena internasional. "Fokus utama manajemen PSIM di tahun pertama ini adalah menata berbagai kebutuhan jangka pendek klub, termasuk memastikan kelayakan Club Licensing untuk Super League 2025-2026," tegas Steven Sunny. Penegasan ini menggarisbawahi keseriusan PSIM dalam membangun pondasi yang kokoh.
Lebih jauh, PSIM Yogyakarta tidak tinggal diam dalam mengejar mimpinya. Evaluasi internal secara berkelanjutan terus dilakukan untuk mempersiapkan diri menghadapi siklus pengajuan lisensi yang akan datang. Komitmen klub untuk tampil lebih siap dalam mengikuti tahapan asesmen yang lebih ketat untuk kategori ACL 2 menjadi bukti nyata keseriusan mereka. Steven Sunny menyatakan, "Untuk siklus pengajuan lisensi musim depan (2026/27), PSIM berkomitmen untuk tampil lebih siap dan mulai mengikuti tahapan asesmen lisensi ACL 2, guna membuka kelayakan partisipasi kompetisi Asia untuk musim 2027/28." Pernyataan ini mengindikasikan bahwa PSIM tidak hanya sekadar berkeinginan, tetapi juga telah menyiapkan langkah-langkah konkret untuk mewujudkan cita-cita tersebut.
Di tengah perhelatan kompetisi domestik, performa tim di lapangan juga terus menjadi sorotan. Saat ini, PSIM Yogyakarta menempati posisi ke-11 klasemen sementara dengan raihan 42 poin dari 32 pertandingan yang telah dilakoni. Laskar Mataram dijadwalkan akan menghadapi Madura United di kandang mereka sendiri, Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Minggu (17/5) pukul 19.00 WIB. Pertandingan kandang ini menjadi kesempatan bagi PSIM untuk meraih poin penuh dan memperbaiki peringkat mereka.
Musim kompetisi domestik akan segera berakhir dengan laga tandang terakhir melawan Arema FC pada Jumat (22/5). Fokus utama skuad asuhan manajemen saat ini adalah menyelesaikan dua pertandingan sisa tersebut dengan hasil yang maksimal. Tujuannya jelas, yaitu untuk mengamankan posisi terbaik di klasemen akhir Super League musim ini. Hasil maksimal di akhir musim tidak hanya berdampak pada posisi akhir tim, tetapi juga bisa menjadi modal positif secara psikologis untuk menyambut tantangan di musim mendatang, termasuk persiapan menuju lisensi ACL 2.
Perjalanan PSIM Yogyakarta menuju panggung Asia memang tidak akan mudah. Diperlukan kerja keras, konsistensi, dan komitmen yang kuat dari seluruh elemen klub, mulai dari manajemen, pelatih, hingga para pemain. Namun, dengan visi yang jelas dan langkah strategis yang telah dirancang, ambisi Laskar Mataram untuk berlaga di ACL 2 musim 2027-2028 bukanlah sekadar impian kosong. Ini adalah target nyata yang sedang diperjuangkan, menandai era baru bagi PSIM Yogyakarta di kancah sepak bola Asia. Perjuangan ini tidak hanya akan menguji kemampuan teknis tim, tetapi juga ketahanan mental dan kemampuan adaptasi terhadap standar-standar internasional yang semakin tinggi. Dukungan dari para suporter setia juga akan menjadi energi tambahan yang tak ternilai dalam upaya mewujudkan mimpi besar ini.






