Pameran Kendaraan Listrik Terbesar Hadir, Optimisme Pertumbuhan Industri Makin Tinggi

Ridwan Hanif

Indonesia bersiap menjadi tuan rumah perhelatan akbar di sektor elektrifikasi transportasi. Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 dijadwalkan akan memukau pengunjung mulai tanggal 29 Oktober hingga 1 November 2026, bertempat di arena pameran JIExpo Kemayoran, Jakarta. Ini merupakan penyelenggaraan kelima kalinya dari pameran yang digagas oleh Periklindo (Asosiasi Industri Kendaraan Listrik Indonesia) ini, yang kali ini menjanjikan pengalaman komprehensif dalam dunia kendaraan ramah lingkungan.

Lebih dari sekadar ajang pameran biasa, PEVS 2026 mengemban misi strategis untuk memacu dan memperkuat ekosistem kendaraan listrik di tanah air. Melalui kolaborasi erat lintas sektor industri, pameran ini bertujuan untuk menciptakan sebuah platform terpadu yang mampu menyatukan berbagai kebutuhan dan inovasi dalam industri kendaraan listrik nasional. Mulai dari teknologi terkini dalam kendaraan otonom, hingga terobosan dalam moda transportasi udara berbasis listrik, PEVS 2026 akan menjadi jendela bagi masyarakat untuk melihat masa depan mobilitas.

Daswar Marpaung, yang menjabat sebagai Presiden Direktur Dyandra Promosindo selaku penyelenggara, menyoroti peran krusial pameran ini dalam peta jalan perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa PEVS 2026 tidak hanya berfungsi sebagai ruang bisnis yang strategis bagi para pelaku industri, tetapi juga sebagai sarana edukasi yang efektif bagi masyarakat luas untuk memahami lebih dalam mengenai konsep mobilitas berkelanjutan.

Menurut Daswar Marpaung, PEVS 2026 dirancang secara khusus untuk menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai elemen dalam rantai nilai ekosistem kendaraan listrik. Kehadiran pameran ini memberikan kesempatan emas bagi masyarakat untuk mendapatkan akses langsung terhadap berbagai inovasi dan kemajuan teknologi di sektor otomotif hijau. Optimisme penyelenggara semakin menguat, didukung oleh data partisipasi pengunjung yang sangat memuaskan pada penyelenggaraan tahun sebelumnya.

"PEVS 2026 hadir sebagai platform yang menghubungkan kebutuhan dalam satu ekosistem kendaraan listrik," ujar Daswar Marpaung, menekankan pada tujuan utama penyelenggaraan acara ini. Ia menambahkan bahwa pameran ini memberikan akses langsung terhadap inovasi sektor otomotif hijau. Pihak penyelenggara mencatat optimisme tinggi setelah melihat data jumlah pengunjung pada pelaksanaan tahun sebelumnya.

"Bagi masyarakat luas, PEVS memberikan akses langsung terhadap berbagai inovasi dan teknologi kendaraan listrik guna meningkatkan edukasi serta mendorong adopsi mobilitas berkelanjutan di Indonesia," terang Daswar Marpaung lebih lanjut, menggarisbawahi manfaat ganda dari pameran ini, baik bagi industri maupun konsumen.

Antusiasme publik yang begitu besar pada gelaran PEVS tahun lalu menjadi modal berharga bagi penyelenggara untuk menatap edisi 2026 dengan penuh keyakinan. Data dari panitia mencatat bahwa pada PEVS 2025, jumlah pengunjung berhasil menembus angka fantastis, yakni lebih dari 40.000 orang. Angka ini menjadi indikator kuat akan minat masyarakat yang semakin meningkat terhadap kendaraan listrik.

"Dengan capaian lebih dari 40.000 pengunjung tahun lalu, kami optimistis PEVS 2026 akan semakin memperkuat pertumbuhan industri kendaraan listrik di Indonesia," ungkap Daswar Marpaung, penuh keyakinan akan potensi pertumbuhan yang lebih besar di masa mendatang.

Senada dengan hal tersebut, Moeldoko, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Periklindo sekaligus Ketua Umum PEVS 2026, turut menekankan urgensi dan signifikansi transisi menuju kendaraan listrik. Beliau memandang kendaraan ramah lingkungan sebagai solusi fundamental yang sangat dibutuhkan, terutama di tengah gejolak harga energi global yang terus berfluktuasi.

"Bagaimana kita bermobilitas dengan cara efisien dan bersih, itu sudah tidak bisa lagi diabaikan," tegas Moeldoko, menyoroti pentingnya kesadaran akan dampak lingkungan dan efisiensi dalam setiap aspek mobilitas.

Moeldoko memaparkan serangkaian manfaat signifikan yang dapat dirasakan dari adopsi kendaraan listrik secara massal oleh masyarakat. Beliau berargumen bahwa penggunaan teknologi ini tidak hanya mampu menekan pengeluaran operasional bagi para konsumen, tetapi juga berpotensi mengurangi beban finansial yang ditanggung oleh negara.

"Kalau menggunakan kendaraan listrik, ada tiga kontribusi sekaligus, efisiensi kantong pribadi, lingkungan lebih bersih, dan pengurangan beban subsidi negara," jelas Moeldoko, merinci dampak positif berlapis dari penggunaan kendaraan listrik.

Namun demikian, Moeldoko juga secara terbuka menyoroti adanya kendala pasar yang masih menghambat laju pertumbuhan industri ini. Salah satu tantangan utama yang ia identifikasi adalah inkonsistensi regulasi terkait insentif pemerintah. Situasi ini, menurutnya, membuat para pelaku usaha di tingkat diler maupun calon konsumen cenderung bersikap menunda-nunda atau dalam posisi menunggu.

"Teman-teman diler sekarang menunggu karena barang tidak laku. Pembeli juga menunggu kapan subsidi pemerintah berlaku," keluh Moeldoko, menggambarkan kebingungan yang terjadi di lapangan akibat ketidakpastian kebijakan.

Oleh karena itu, Moeldoko secara tegas mendesak pemerintah untuk segera memberikan ketegasan dan konsistensi dalam regulasi. Beliau berpendapat bahwa kebijakan yang jelas dan mendukung akan menjadi kunci utama dalam mengakselerasi pertumbuhan industri kendaraan listrik di Indonesia. Moeldoko juga menginformasikan bahwa cakupan pameran PEVS tahun ini akan diperluas secara signifikan, tidak hanya terbatas pada kendaraan darat, tetapi juga merambah ke sektor transportasi laut dan udara yang berbasis listrik.

"Negara jangan ragu-ragu memberikan subsidi dan insentif kepada pembangunan kendaraan listrik," seru Moeldoko, menyerukan dukungan penuh dari pemerintah untuk mewujudkan ekosistem kendaraan listrik yang kuat.

Selain menampilkan perkembangan terbaru dalam kendaraan otonom, PEVS 2026 juga akan menempatkan fokus utama pada berbagai inovasi di sektor mobilitas masa depan. Panitia penyelenggara juga telah menjadwalkan agenda EV Conference yang akan menghadirkan para pakar terkemuka dari kancah global. Konferensi ini akan menjadi forum diskusi mendalam mengenai teknologi baterai terbaru dan tren perkembangan kendaraan listrik di dunia.

"Perkembangan teknologi EV luar biasa, termasuk teknologi autonomous," pungkas Moeldoko, menegaskan betapa dinamisnya perkembangan di sektor elektrifikasi transportasi.

Also Read

Tags