Perjalanan Al Nassr menuju puncak Liga Arab Saudi musim 2025/2026 akhirnya berbuah manis. Dalam laga penutup musim yang krusial, skuad asuhan Jorge Jesus berhasil mengamankan tiga poin penuh atas Damac dengan skor telak 4-1 di kandang sendiri, Alawwal Park, pada Jumat (22/05/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini memastikan Al Nassr mengunci gelar juara liga, sebuah pencapaian yang sangat dinanti dan menjadi puncak dari upaya keras sepanjang musim.
Kemenangan ini tidak hanya sekadar memantapkan posisi di puncak klasemen, tetapi juga mengukuhkan superioritas Al Nassr atas rival terdekatnya, Al Hilal. Dengan total 86 poin yang berhasil dikumpulkan, Al Nassr unggul dua poin dari Al Hilal yang harus puas berada di posisi kedua dengan 84 poin, meskipun mereka juga meraih kemenangan 1-0 atas Al Feiha di pertandingan terakhir. Di sisi lain, hasil minor ini membawa konsekuensi pahit bagi Damac. Kekalahan tersebut membuat mereka terperosok ke peringkat ke-16 klasemen dengan 29 poin, dan harus rela terdegradasi menyusul Al Riyadh yang berhasil mengamankan posisi aman dengan 30 poin.
Pertandingan pamungkas ini sarat dengan tensi dan drama. Hasil imbang saja sudah cukup untuk menyerahkan gelar juara ke tangan Al Hilal, sebuah skenario yang tentu ingin dihindari oleh Al Nassr. Tekanan semakin bertambah mengingat beberapa hari sebelumnya, Al Nassr baru saja menelan pil pahit kekalahan 1-0 dari Gamba Osaka dalam final Liga Champions AFC Two. Namun, mentalitas juara tim ini terbukti tak tergoyahkan.
Gol pembuka keunggulan Al Nassr dicetak oleh Sadio Mane pada menit ke-33. Pemain asal Senegal ini berhasil memanfaatkan umpan sepak pojok dengan sundulan terarah yang tak mampu dihalau kiper Damac. Keunggulan Al Nassr semakin diperbesar pada menit ke-51 melalui gol cantik Kingsley Coman. Pemain asal Prancis ini melepaskan tembakan keras dari tepi kotak penalti yang merobek jala gawang lawan, membuat skor menjadi 2-0.
Harapan Damac untuk bangkit sempat muncul pada menit ke-57. Melalui titik putih, Morlaye Sylla berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Hadiah penalti diberikan setelah wasit, melalui tinjauan Video Assistant Referee (VAR), memutuskan bahwa bek Al Nassr, Mohamed Simakan, melakukan pelanggaran handball di dalam kotak terlarang. Namun, euforia Damac tidak berlangsung lama. Kapten sekaligus bintang utama Al Nassr, Cristiano Ronaldo, segera meredam perlawanan mereka. Ronaldo mencetak dua gol tambahan pada menit ke-62 dan ke-80, sekaligus mengunci kemenangan telak 4-1 untuk timnya.
Dua gol penutup dari Ronaldo ini memiliki makna yang sangat dalam, tidak hanya bagi tim, tetapi juga bagi sang megabintang itu sendiri. Gol-gol tersebut memutus dahaga trofi mayornya yang telah berlangsung selama lima tahun terakhir. Selain itu, ini merupakan gelar liga domestik pertamanya sejak memutuskan bergabung dengan Al Nassr pada Januari 2023. Pencapaian ini semakin melengkapi rekor fantastis Ronaldo yang kini telah mengoleksi total 973 gol resmi dalam kariernya. Gelar Liga Arab Saudi ini menambah deretan panjang trofi liga yang pernah ia raih, setelah sebelumnya sukses mengangkat trofi Premier League (Inggris), La Liga (Spanyol), dan Serie A (Italia).
Di balik keberhasilan ini, terdapat peran krusial sang pelatih, Jorge Jesus. Sebelum pertandingan penentu ini dilangsungkan, Jesus mengungkapkan motivasi utamanya saat menerima tawaran melatih Al Nassr. Ia menyatakan bahwa keputusannya untuk menerima pinangan tersebut didorong oleh keinginan untuk membantu Cristiano Ronaldo meraih gelar juara di Arab Saudi. "Ketika saya menerima undangan dari [CEO Al-Nassr José] Semedo dan Cris [Cristiano Ronaldo], saya hanya menerima tantangan ini untuk membantu Cris memenangkan gelar di Arab Saudi," ujar Jorge Jesus.
Jesus menambahkan bahwa ambisi untuk meraih trofi juara domestik ini merupakan hal yang sangat vital bagi seluruh elemen klub, termasuk sang bintang Portugal. Ia menekankan betapa pentingnya gelar ini bagi para penggemar Al Nassr dan juga bagi Cristiano Ronaldo. "Setiap gelar berbeda dan kami sangat menginginkannya, untuk bangsa Al-Nassr, dan juga untuk Cris, ini sangat mendasar," tuturnya.
Lebih lanjut, mantan pelatih Al Hilal ini mengakui bahwa persaingan di Liga Arab Saudi musim ini menjadi ujian terberat sepanjang karier kepelatihannya. Ia merasa tantangan ini sangatlah signifikan. "Al-Nassr telah menjadi proyek yang paling menantang. Saya menyadari bahwa ini adalah proyek tersulit dalam karier olahraga saya," ungkap Jesus.
Jesus menjelaskan bahwa kesulitan tersebut muncul karena ia memiliki peran dalam membangun kekuatan tim rival, Al Hilal, pada musim-musim sebelumnya. Pengetahuannya tentang kekuatan lawan dan kontribusinya dalam membentuk tim rival menjadi salah satu faktor yang membuatnya menghadapi rintangan yang lebih berat. "Mengapa? Karena saya mengenal lawan-lawan lain dan saya membantu rival besar [Al-Hilal] selama dua tahun untuk menciptakan tim super," jelas Jesus.
Meskipun timnya harus menelan kekecewaan di kompetisi Asia, Jesus menegaskan bahwa fokus utama Al Nassr sejak awal memang tertuju pada perolehan trofi domestik tertinggi di Arab Saudi. Baginya, menjadi juara liga adalah prioritas utama. "Sejak hari pertama, tujuan utama kami adalah menjadi juara Arab Saudi," tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa jika harus memilih, gelar juara liga selalu menjadi pilihan utama. "Jika kami harus memilih, itu akan selalu menjadi juara Arab Saudi. Itu adalah tujuan utama kami, itulah sebabnya kami datang ke sini," pungkasnya.
Sementara itu, laporan dari Goal menyebutkan bahwa fokus Cristiano Ronaldo kini akan segera beralih ke panggung internasional. Pemain berusia 41 tahun ini akan segera mempersiapkan diri untuk membela tim nasional Portugal dalam ajang Piala Dunia 2026. Sesuai jadwal, Portugal yang tergabung dalam fase grup akan melakoni pertandingan pertamanya melawan DR Kongo pada 17 Juni 2026, diikuti oleh laga melawan Uzbekistan dan Kolombia. Perjalanan Ronaldo di level klub bersama Al Nassr telah mencapai puncak kejayaan, dan kini ia siap mengukir sejarah baru bersama timnas Portugal.






