Titik Terang Tuduhan Diskriminasi Rasial: Henry Doumbia Tegaskan Keyakinan atas Pendengarannya

Tommy Welly

Klub sepak bola Bhayangkara Presisi Lampung FC tengah dilanda isu sensitif menyusul tuduhan perlakuan rasisme yang dilayangkan oleh salah satu pemain asing mereka, Henry Doumbia. Sang penyerang asal Mali ini akhirnya angkat bicara terkait insiden yang terjadi pada laga pekan ke-30 Super League melawan Persib Bandung di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung. Doumbia dengan tegas menyatakan bahwa ia memiliki keyakinan penuh atas apa yang ia dengar di lapangan, dan merasa perlu untuk mengklarifikasi hal ini kepada publik.

Melalui sebuah pernyataan resmi yang diunggah di akun media sosial pribadinya pada Selasa (6/5/2026), Doumbia mengungkapkan bahwa keputusannya untuk bersuara bukanlah hal yang diambil ringan. Ia menekankan bahwa dirinya memegang teguh apa yang ia saksikan dan dengar, serta menegaskan bahwa isu ini tidak akan diangkat jika tidak didasari oleh alasan yang kuat dan serius. Pengalaman ini, menurut Doumbia, merupakan kali pertama ia menghadapi situasi serupa sepanjang karier profesionalnya, meskipun ia telah malang melintang di berbagai liga di kancah internasional, termasuk di Thailand, Uni Emirat Arab, Libya, dan Malaysia.

Sebelumnya, telah beredar penjelasan dari sudut pandang kapten tim Persib Bandung, Marc Klok. Klok mengemukakan bahwa ucapan yang diduga disalahartikan oleh Doumbia, yakni "give me the ball back", sebenarnya hanyalah permintaan sederhana untuk segera melanjutkan pertandingan setelah Persib berhasil memperkecil kedudukan. Klok berdalih bahwa ucapan tersebut tidak ditujukan sebagai bentuk diskriminasi rasial, melainkan sebagai instruksi dalam konteks permainan. Ia menambahkan bahwa kata "back" mungkin saja terdengar mirip dengan kata lain yang bernada negatif dalam persepsi Doumbia.

Namun, Doumbia tampaknya memiliki interpretasi yang berbeda mengenai kejadian tersebut. Ia memilih untuk tidak merinci lebih lanjut mengenai apa persisnya yang ia dengar, namun ia tetap pada pendiriannya mengenai keyakinan atas persepsinya. Terlepas dari perbedaan sudut pandang ini, Doumbia berusaha untuk menjaga agar situasi tidak memburuk dan tidak menimbulkan kegaduhan yang lebih luas. Ia menyatakan rasa hormatnya yang mendalam kepada klub Persib Bandung beserta seluruh elemennya, termasuk kapten tim Marc Klok. Ia menegaskan bahwa tujuan utamanya bukanlah untuk menciptakan permusuhan atau perpecahan dalam dunia sepak bola, yang seharusnya menjadi arena yang menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan rasa saling menghargai.

Doumbia juga mengindikasikan bahwa ia tidak akan memberikan komentar lebih lanjut kepada media mengenai masalah ini. Ia memilih untuk menyerahkan seluruh proses penanganan dan investigasi dugaan kasus ini kepada pihak-pihak yang berwenang dan terkait. Langkah ini diambilnya untuk memastikan bahwa setiap tahapan dapat berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Selain itu, ia tidak lupa menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tulus kepada manajemen Bhayangkara FC yang telah memberikan dukungan penuh kepadanya selama menghadapi situasi yang tidak mengenakkan ini. Dukungan moral dan profesional dari klub dinilai sangat berarti baginya.

Sebagai informasi tambahan, Henry Doumbia bergabung dengan Bhayangkara FC pada paruh musim kompetisi Super League. Sejak saat itu, ia telah menunjukkan kontribusinya yang cukup signifikan bagi tim. Tercatat, ia telah tampil dalam 14 pertandingan dan berhasil mencetak enam gol serta memberikan tiga assist bagi rekan-rekannya. Performa individunya ini menjadi salah satu aset berharga bagi Bhayangkara FC dalam mengarungi kompetisi musim ini. Kejadian dugaan rasisme ini tentu menjadi catatan penting yang diharapkan dapat diselesaikan dengan baik dan memberikan pelajaran berharga bagi seluruh pelaku sepak bola di tanah air. Harapannya, kejadian serupa tidak terulang kembali dan sepak bola Indonesia dapat terus menjadi wadah yang aman dan inklusif bagi semua pemain, tanpa memandang latar belakang ras atau etnis.

Also Read

Tags